Depag dan Pemkot Dumai Bangun Madrasah Bertaraf Internasional

Jakarta, 17/1 (Pinmas)--Dirjen Pendidikan Islam Dep.Agama Muhammad Ali dan Walikota Dumai Zukipli AS, menandatangani kesepakatan bersama (MoU) pembangunan madrasah bertaraf Internasional di Dumai, Riau. Penandatanganan MoU ini berlangsung di Dep.Agama, Jakarta, Kamis (17/1). Menurut Muhammad Ali, madrasah internasioal yang akan dikembangkan di seluruh tanah air ini, memiliki ciri-ciri khas, penggabungkan antara ide pesantren dengan sekolah modern. Siswa diwajibkan tinggal di asrama (boarding) untuk memperoleh kemapuan-kemampuan yang dipersyaratkan, seperti menguasai komunikasi nasional bahasa Indonesia, komunikasi internasional Islam bahasa Arab dan komunikasi global dengan bahasa Inggris.

Dengan system asrama ini, kata Muh.Ali, siswa akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk menjadi fasih membaca dan menghafal Al Quran, membaca kitab-kitab kuning. Nantinya setiap madrasah internasional harus ada kiai disamping guru yang membina madrasah model ini. Muh.Ali menambahkan, Dirjen Pendidikan Islam mengembangkan MAN bertararaf Internasional ini seperti model MAN Insan Cendekia yang telah ada di Serpong dan Gorontalo. Nantinya diharapkan, di setiap propinsi sekurang-kurangnya ada satu MAN bertaraf Internasional yang akan mendidik anak-anak dari kabupaten-kota madya di propinsi itu untuk menjadi insan-insan yang berwawasan keagamaan cukup bagus, mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam Yang baik, bermoral tinggi dn intelektualitasnya juga bagus.

Siswa-siswa yang masuk madrasah internasional ini. Kata Muh.Ali, diutamakan bukan karena latar belakang ekonomi dan latar belakang sosialnya, tapi potensi yang bersifat intelektualnya. Potensi inetelktualnya tinggi, walaupun dia keluarga kurang mampu, tetap mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di madrasah ini. “Tanpa program seperti ini, tidak akan pernah kesempatan orang-orang dari lapisan ekonomi bawah yang memperoleh pendidikan yang baik,” ucapnya.Tujuan utama dari madrasah internasional ini adalah Scien and Technology Equity Programe, maka siswanya dibiayai oleh pemerintah daerah sementara fasilitas dan operasional dibiayai oleh Dirjen Pendidikan Islam.

Sementara itu Walikota Dumai Zulkipli AS dalam kesempatan tersebut mengatakan, masyarakat Dumai sangat bersyukur dan merespon sekali pendirian madrasah bertaraf Internasional di wilayahnya. Keberadaan madrasah ini, harap Zukipli AS, dapat ikut membangun citra dan kualitas pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu SDM di Dumai dan wilayah sekitarnya. “Pemerintah Daerah dan masyarakat telah siap untuk melaksanakan program ini, bahkan APBD Dumai 2008 telah mengalokasikan dana awal untuk pembangunan pisik madarasah ini,” tambahnya. (ts)