Dilakukan Virtual, Menag: Tak Hilangkan Makna Silaturahmi

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan meskipun bertemu keluarga atau kerabat dilaksanakan secara virtual, tidak akan mengurangi makna silaturahmi saat lebaran.  Hal ini disampaikan Menag Yaqut dalam acara Live Prime Talk Metro TV, di Jakarta. 

"Silaturahmi dapat bermakna ketersambungan hubungan, relasi dan komunikasi. ini tentu tidak semata bermakna fisik. Sehingga mestinya tidak ada makna yang hilang dari silaturahmi virtual," tutur Menag Yaqut, Kamis (13/5/2021). 

Dalam acara bertajuk “Makna Hari Kemenangan di Tengah Cobaan” ini, Menag mengatakan mengatakan spirit dari silaturahmi secara fisik dan virtual adalah sama. Yakni, saling membuka diri meminta dan memberi maaf, dan mempererat hubungan persudaraan. 

"Mungkin ada suasana kehangatan yang berkurang, misalnya kalau bertemu fisik bisa sambil guyon ditemani kopi dan teh sementara ini masih berjauhan karena virtual," sambungnya.

Dari kondisi Pandemi Covid 19 semua umat diingatkan dengan ajaran agama bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama, bahkan saat pandemi, ibadah secara berjamaah pundisesuaikan agar upaya penyelamatan nyawa dapat terlaksana.

"Pandemi Covid 19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan," jelas Yaqut

Umat Islam di Indonesia pada hari ini, merayakan Idulfitri setelah sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1442 H pada hari Kamis, 13 Mei 2021 dalam sidang isbat yang di gelar di Kantor Kementerian Agama Jl, MH Thamrin Jakarta.

Selain itu, dalam menyambut perayaan hari besar umat Islam ini, Kementerian Agama telah menerbitkan aturan terkait takbir keliling hingga  panduan sholat Idulfitri yang tertuang dalam Surat Edaran No. SE 07 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan salat Idulfitri Tahun 1442 H/2021 M di saat pandemi Covid.