Empat Jurnal PTKI Peringkat Tertinggi di Asia Bidang Religious Studies

Jakarta (Kemenag) --- Peringkat Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di tingkat dunia terus meningkat. Terbaru, empat jurnal PTKIN meraih predikat Q1 (Quartile 1) dari Scimago Journal & Country Rank (SJR) dan tertinggi di Asia bidang religious studies (studi agama).

Peringkat ini berdasarkan hasil ranking jurnal tahun 2020 yang dirilis SJR pada 17 Mei 2021. SJR melakukan perankingan jurnal-jurnal yang terindeks di Scopus. Ada empat kategori yang dibuat, yaitu: Q1 (Quartile 1), Q2, Q3 dan Q4. Kategori ini berdasarkan kelompok bidang ilmu yang dinaungi jurnal.

Dari sembilan Jurnal PTKI yang terindeks Scopus pada tahun 2021 ini, empat di antaranya berada pada level Q1, 1 jurnal lain berada pada Q2, sementara 4 jurnal belum masuk ke perankingan di SJR. Jurnal-jurnal tersebut adalah:

(1) Journal of Indonesian Islam (JIIs)-UINSA (Q1) dengan SJR 0.254; 

(2) Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS)-IAIN Salatiga (Q1) dengan SJR 0.195;

(3) Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS)-IAIN Kudus (Q1) dengan SJR 0.191; 

(4) Al Jami’ah-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Q1) dengan SJR 0.161; dan 

(5) Studia Islamika-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Q2) dengan SJR 0.149.

Empat Jurnal yang belum masuk perangkingan SJR adalah (1) Journal of Islamic Architecture (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur); (2)Jurnal Al-Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; (3) Jurnal Samara, UIN Ar-Raniri Banda Aceh; dan (4) Islam Guidance and Counseling Journal  IAIM NU Metro Lampung.

“Sebagai pimpinan, saya sangat bangga atas capaian JIIs selama ini. Kita semua warga UINSA sangat bangga. Semoga bisa terus dipertahankan dan menginspirasi jurnal-jurnal yg lain, baik di internal UINSA maupun di kalangan PTKIN. Prestasi ini semata-mata berkat kerja keras para editor yg menggawangi dengan tekun dan tekun dalam mengawal proses bisnis pengelolaan JIIs yang berorientasi pada kualitas dan profesionalitas,” terang Rektor UIN Sunan Ampel Masdar Hilmy di Surabaya, Rabu (19/5/2021).

Hal senada disampaikan Rektor IAIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy. Dia mengemukakan bahwa IAIN Salatiga merasa bersyukur dan penuh berkah atas capaian IJIMS sebagai jurnal berpredikat Q1 versi Scimago Journal Rank selama tiga tahun berturut turut.

"Predikat ini pasti akan terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun berikutnya. Jurnal adalah academic tower yang menjadi cermin kebebasan akademik dan  kemajuan kampus. Ini merupakan modalitas menuju UIN Salatiga," ujarnya.

Al Makin, Rektor UIN Sunan Kalijaga  menjelaskan, prestasi tersebut merupakan impian setiap perguruan tinggi karena merupakan pengakuan terhadap mutu jurnal. “Ini merupakan prestasi tertinggi dalam pengelolaan jurnal internasional, kami puas dengan prestasi ini karena kami raih dengan kerja keras dan sungguh-sungguh," tuturnya. 

Senada dengan para Rektor PTKI, Editor-in-Chief Jurnal Al Jami’ah, Ratno Lukito menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih. “Prestasi ini menunjukkan bahwa jurnal Al Jamiah bukan saja mampu mempertahankan diri sebagai jurnal internasional bereputasi, tapi selalu meningkatkan prestasi, sejak 2014 hingga 2021 peringkatnya pun terus meningkat setingkat demi setingkat,” ucapnya.

Wahibur Rokhman, editor in Chief QIJIS IAIN Kudus juga merasa bangga karena masih bisa bertahan di Q1, meskipun SJR mengalami penurunan. “Ke depan, kita berupaya untuk mampu menghadirkan artikel-artikel bidang Islamic studies yang lebih berkualitas, khususnya riset kolaborasi international.  Kami juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yg telah memberi support kepada Jurnal QIJIS," katanya.

Managing Editor Studia Islamika yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman memberi pesan, "Saat ini Studia Islamika memperoleh peringkat Q2. Pemeringkatan ini adalah penanda bahwa publikasi kajian Islam Indonesia semakin berkembang dan kompetitif. Sekaligus, ini adalah tantangan bagi pengelola jurnal untuk terus mengembangkan diri dan lebih selektif untuk menerbitkan artikel-artikel terbaik."

Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali Ramdhani mengapresiasi capaian ini. Perkembangan pemeringkatan jurnal, menurutnya menunjukkan adanya hasil dari proses pendampingan yang selama ini dilakukan.

"Kami bangga atas capaian Journal of Indonesia Islam UIN Sunan Ampel Surabaya yang sudah mencapai SJR 0.254. Sebuah prestasi yang patut dibanģgakan. Kami akan terus mendorong jurnal lainnya hingga mampu seperti JIIs tersebut. Ke depan pendampingan jurnal PTKI sudah saatnya berbasis pada penulis dan penguatan substansi keilmuannya," tegasnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno menambahkan, jurnal merupakan jendela Perguruan Tinggi untuk menyapa dunia dalam mengkomunikasikan gagasan dan temuan riset para akademisi kampus. Dari publikasi melalui jurnal inilah, expertis PTKI dikenal luas antar bangsa.

"Capaian gemilang  jurnal PTKI, khususnya JIIs UIN Sunan Ampel Surabaya, Aljamiah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Studia Islamika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IJIMS IAIN Salatiga dan QIJIS IAIN Kudus akan terus menginspirasi bagi jurnal- jurnal lain di lingkungan PTKI," tuturnya.

Berdasarkan data Diktis, lima jurnal  PTKI saat ini bertengger pada urutan 1,2,3,4, dan 6 pada kategori jurnal Religious Studies di kawasan Asia. Sedangkan pada lingkup Dunia, Journal of Indonesian Islam berada pada urutan 45 dari 529 Jurnal di bidang Religious Studies yang ada di SJR. (Khoirun Niam/eL-Mawa)