Eny Retno Yaqut, Karya Seni, dan Moderasi

Surakarta (Kemenag) --- Hujan deras yang menguyur Kota Surakarta, Jumat (5/11/2021) malam itu, mulai reda. Aktivitas warga pun kembali mengeliat, seperti  yang terjadi di sudut Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Jalan Ir. Sutami, Jebres Kota Surakarta.

Malam itu, dibuka pameran seni rupa. Para pekerja seni, perupa, dan masyarakat pecinta seni dari ragam usia asal Surakarta, Yogyakarta dan sekitarnya tampak berbaur bersama, tetap patuh protokol kesehatan tentunya. 

Mereka meresapi keindahan ratusan lukisan cat air di atas kanvas yang dipanjang di dinding galeri seni. Ada dua gedung yang dijadikan ajang pameran karya seni 50 perupa dengan tajuk GoArt Go Solo.

Di tengah dua gedung itu, ada belasan wayang yang terbuat dari balutan jerami bertiang bambu dengan temaram pencahayaan lampu. Wayang balutan jerami karya kolaborasi pekerja seni Solo dan Yogyakarta ini mengawali pandangan mata setiap pengunjung yang akan masuk ke galeri seni Pameran Seni Rupa GoArt Go Solo. 

Eny Retno Yaqut istri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas turut berbaur bersama para pengunjung dan perupa di galeri seni. Ibu empat putri yang juga menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI ini tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya saat berada di ruang seni malam itu. 

Satu persatu lukisan di atas kanvas ia resapi, ia jiwai sebelum melangkah dan melihat lukisan lainnya. Eny Retno Yaqut malah sempat melepas sepatu hak tingginya saat berada di dalam galeri seni agar leluasa bergerak, serta memaknai setiap lukisan yang dipajang. 

Saat berada di ruang galeri seni, sosok yang disematkan penghargaan sebagai Tokoh Perempuan Sumber Inspirasi 2021 oleh Fatayat NU Jawa Barat ini ditemani kurator Pameran Seni Rupa GoArt Hajar Pamadhi dan Ketua Panitia Teguh Prihadi. 

Tampak juga mendampingi, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta yang mewakili Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. 

Pameran seni rupa GoArt juga memajang karya seni lukis dari Eny Retno Yaqut. Ada empat lukisan karya seni rupa yang ia diberi judul Ta'aruf, Mencengkeram Malam, Falling in Love, dan Tatapan Malam. 

Karya seni rupa Eny Retno Yaqut di atas kanvas berukuran 75 x 55 cm  dipajang berdekatan dengan lukisan kumpulan sketsa pagi karya Fahtur Rozi dan karya perupa lainnya. 

Dalam gedung galeri seni juga terdapat lukisan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berukuran 120 x 100 cm karya Takura yang ia beri judul Sang Ababil. Lukisan Sang Ababil ini menarik perhatian pengunjung untuk mengabadikannya dengan swafoto.  Selain lukisan, karya patung juga dipajang di tengah gedung galeri. 

Malam pembukaan Pameran Seni Rupa GoArt Go Solo menjadi malam kebahagian bagi Eny Retno Yaqut. Pasalnya, ia didapuk sebagai Perupa Tamu Spesial yang menyampaikan sekapur sirih di malam pembukaan. 

Di hadapan para pekerja seni, perupa dan masyarakat pecinta seni yang hadir di malam pembukaan, Eny Retno Yaqut mengaku merasa bahagia dan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga. 

"Bangga dan berbahagia sekali saya bisa berada di tengah-tengah seniman, pekerja seni rupa dan masyarakat pecinta seni di acara yang sarat akan keindahan ini," kata Eny Retno Yaqut saat menyampaikan sekapur sirih di pembukaan Pameran Seni Rupa GoArt Solo.

Di mata perempuan kelahiran Rembang 19 Maret 1975 ini, pameran seni rupa GoArt Solo menghadirkan karya-karya yang luar biasa indah baik lukisan dan karya patung dari pelbagai aliran. 

Eny bercerita bila dirinya adalah seorang ibu rumah tangga yang senang bermain cat air.  Ia mulai menemukan kecintaan akan seni lukis ini pada Oktober 2019. 

"Saat itu saya sedang sakit dan ingin berbuat sesuatu saat sakit dalam mengisi keseharian dengan membuat sketsa dan memberi kuasan cat air di atas kanvas. Karya-karya itu kemudian saya posting di akun IG saya, Mbok Emban," ujar Eny berkisah. 

"Hasilnya sangat amatir karena saya tidak pernah belajar melukis secara khusus melainkan otodidak. Namun dalam perjalanan proses melukis itu saya menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya temukan, yaitu ketenangan, kedamaian dan kepuasan batin. Dan itu membuat saya ketagihan, " sambung Eny.

Karya Seni dan Moderasi 

Eny Retno Yaqut menyatakan ada pesan yang bisa ditangkap dari balik suksesnya gelaran pembukaan Pameran Seni Rupa GoArt Go Solo. Yakni, pelaku seni harus tetap bangkit dengan karya-karya berkualitas dalam semangat optimisme dan kebersamaan di tengah pendemi yang masih mendera bangsa Indonesia.

"Seperti yang disampaikan Ibu Indah Juanita, bahwa seni rupa adalah salah satu dari 17 subsektor industri kreatif yang diharapkan menjadi pintu bagi bangkitnya kembali perekonomian bangsa," tandas Eny.

Eny berharap seni rupa juga mampu menjadi media penyampai pesan keindahan dan ajakan kebaikan. Seperti halnya agama, seni adalah ungkapan hati dan ekspresi nurani yang senantiasa menyuarakan kedamaian, keselarasan, harmoni, martabat, dan kemanusian.

"Karena kehadiran saya juga diseret-seret sebagai Istri Menteri Agama, saya ingin menyampaikan saat ini di Kementerian Agama ada salah satu program utama, yaitu penguatan Moderasi Beragama," ujar Eny.

Secara singkat Eny menjelaskan Moderasi Beragama yaitu suatu upaya yang dilakukan secara sistematis terukur dan terus menerus untuk mewujudkan cara pandang dan cara laku serta praktek beragama yang tidak berlebihan.

"Saya yakin bapak dan ibu semua sudah memahami itu. Dan di momen yang luar biasa ini kami ingin mengajak pekerja seni dan seniman untuk ikut menyampaikan pesan Moderasi Beragama dalam keindahan karya," ujarnya.

"Pameran seni rupa dan patung pasti akan menjadi media yang luar biasa. Insya Allah bila kondisi sudah memungkinkan kami mengajak insan seni rupa dan patung untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan Moderasi Beragama kepada generasi muda dalam sebuah keindahan karya," tutup Eny.