Eny Yaqut: Anggota DWP Agar Menjadi Agen Moderasi Beragama

Rembang (Kemenag) --- Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Eny Retno Yaqut meminta anggota DWP Kemenag untuk menjadi agen moderasi beragama, utamanya di masa pandemi, saat gerak-gerik masyarakat kurang terpantau antar tetangga. Hal ini karena mereka mengurangi kegiatan di masyarakat. 

Hal ini disampaikan Eny Retno ketika memberikan pembinaan kepada pengurus dan anggota DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Giat ini digelar oleh DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada Senin (12/4/2021) di Rembang.

Eny Retno mengatakan, di masa pandemi, kegiatan di tengah masyarakat seperti pertemuan RT, PKK, dawis, dan lainnya berkurang. Sehingga, antar tetangga kurang saling berbagi satu sama lain. “Di masa pandemi ini, kegiatan ibu-ibu di tengah masyarakat berkurang. Mereka lebih banyak berada di dalam rumah. Sehingga mereka tidak bisa memantau tetangga,” kata Eny. 

Akibat kurangnya pertemuan antar warga ini, paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat bisa lebih leluasa bergerak. “Karena kurang pantauan dari warga, mereka bisa lebih leluasa mengembangkan pemahaman ekstrim,” ujarnya.

Karena itu, Eny meminta anggota DWP memberikan edukasi tentang moderasi beragama kepada putra-putri mereka sejak dini. Selain itu, mereka diminta lebih selektif mengikuti kajian agama yang tidak selaras dengan tujuan mengembangkan moderasi beragama di tegah keberagaman masyarakat.

“Di masa pandemi ini justru banyak tayangan-tayangan di media sosial yang berisi tentang paham ekstrimisme. Bunda-bunda harus memilah betul karena awalnya ya dari sini ini,” tandasnya.

Istri ASN, utamanya Kementerian Agama, lanjut Eny, harus menjadi teladan yang baik untuk masyarakat. ASN harus bisa hidup rukun berdampingan bukan hanya sesama yang seagama, tapi juga yang berbeda keyakinan.

Eny berpesan kepada bunda dharma wanita untuk dapat menempatkan diri sebagai seorang istri ASN yang baik. Antara lain mendorong suami memiliki integritas yang tinggi dan tidak mendorong berperilaku korupsi. Diungkapkan Eny, banyaknya pejabat dan ASN yang korupsi salah satunya dipicu oleh tuntutan materi dari istri. 

Terkait program kerja DWP, Eny mendorong anggota DWP untuk menggelar kegiatan-kegiatan secara daring. “Pandemi bukan menjadi alasan untuk mengurangi kegiatan. Justru kita harus semakin aktif. Misalkan mengadakan pertemuan dengan zoom atau lainnya. Memperbanyak kegiatan, tapi disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” ucapnya. (iq)