Evaluasi Kebijakan, Sekjen Kemenag Tekankan Sinergi Antar Jafung 

Malang (Kemenag) --- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pejabat fungsional (jafung) untuk menghasilkan kebijakan serta program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. 

Hal ini ditegaskan Sekjen Nizar saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Evaluasi Program Kementerian Agama 2021, di Malang, Jawa Timur. “Sinergisitas dibutuhkan sejak awal penyusunan program. Mulai dari planning, budgeting, implementing, monitoring, hingga evaluating,” ujar Sekjen Nizar, Rabu (10/11/2021). 

“Karenanya saya mengajak kepada semua Jafung, mulai dari Analis Anggaran, Analis Kebijakan, dan Perencana, bahu membahu mengatasi kendala yang selama ini kita hadapi. Silakan berkolaborasi dan lakukan peran terbaik untuk Kementerian Agama,” imbuh Sekjen. 

Rakornas yang mengusung tema  “Paradigma Baru, Evaluasi Berkualitas” ini diikuti 200 peserta yang merupakan pejabat fungsional Perencana dan Analis Kebijakan dari Unit Eselon I Pusat, Kanwil Kemenag Provinsi, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan ini berlangsung mulai 10 - 13 November 2021. 

Nizar berharap, Jafung Perencana dalam tugas dan fungsinya dapat menghasilkan produk perencanaan yang baik apabila didasarkan atas hasil monitoring dan evaluasi (monev). Sementara, Jafung Analis Kebijakan melakukan kajian atas hasil monev dan menghasilkan Policy Brief (PB) ditujukan kepada pengampu kebijakan. Dalam PB tersebut diberikan rekomendasi kebijakan yang dapat ditempuh dengan mempertimbangkan berbagai aspek. 

Saat ini, Kementerian Agama telah memiliki 928 Perencana dan 129 Analis Kebijakan  yang diharapkan dapat  mewujudkan program-program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. “Karenanya, kolaborasi dan sinergitas kerja Jafung Perencana dan Jafung Analis Kebijakan menjadi kata kunci untuk menghasilkan produk dan kebijakan,” tandas Nizar.

(Kontributor: Agus Warcham - Analis Kebijakan Muda Pada Sekretariat Jenderal)