Festival PAI 2022 Tidak Hanya Diikuti Siswa Muslim

Serpong (Kemenag) --- Kementerian Agama pada 14 September 2022 telah mengumumkan 7.826 siswa lolos seleksi administratif pada tahap pendaftaran peserta Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2022. Dari jumlah itu, ada sekitar 50 siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Kami identifikasi, festival PAI 2022 tidak hanya diikuti siswa muslim, tapi ada juga dari siswa beragama lainnya, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan juga Konghucu,” ujar Kasubdit PAI pada SMA/SMLB, Abdullah Faqih, di Jakarta, Minggu (18/9/2022).

“Mereka saat ini bersama ribuan peserta yang lain, tengah mengikuti coaching dan mentoring penguatan moderasi beragama,” sambungnya. 

Menurut Faqih yang juga penanggung jawab Festival PAI 2022, pihaknya sedari awal memang memberi kesempatan kepada semua siswa SMA/SMK dari berbagai latar belakang agama untuk ikut serta dalam festival ini. Dia berharap ajang ini sekaligus bisa menjadi media komunikasi dan saling memahami perbedaan antar siswa.

"Kami tentu sangat mangapresiasi kesediaan dan langkah siswa yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk mengikuti pendaftaran Festival PAI Tahun 2022 ini. Secara konseptual, Festival PAI ini memang tidak hanya dapat diikuti siswa beragama Islam saja," katanya. 

"Keikutsertaan mereka diharapkan dapat persahabatan, walaupun terdapat perbedaan keyakinan di antara mereka. Jadi perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling bersahabat dan berkolaborasi," lanjutnya.

Di Festival PAI ini, Faqih melanjutkan, para pelajar diberikan ruang untuk berinteraksi secara positif melalui kompetisi dengan tema moderasi beragama. "Kami buka kesempatan seluasnya untuk siswa dengan latar belakang agama yang berbeda agar ajang ini menjadi panggung dan momentum bersama untuk lebih saling menghargai perbedaan dan bertoleransi," papar Faqih. 

Dijelaskan Faqih, Festival PAI SMA dan SMK Tahun 2022 menggelar tiga jenis kompetisi yang dapat diikuti secara perorangan maupun grup, yaitu Debat Isu Islam Kontemporer (Islamic Trending Issue Debate Competition), Cipta Konten Islami di Media Sosial (Islamic Content Creator Challange on Social Media), dan Proyek Inovasi Moderasi Beragama (Moderasi Beragama Innovation Project). 

“Teman-teman yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, bisa ambil bagian pada tema yang mereka anggap relevan," pungkasnya.