GEDUNG EKS STQN DIJADIKAN PUSAT KEGIATAN ISLAM

Bengkulu, 19/1 (PIKDA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu merencakan menjadikan gedung eks pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur`an Nasional (STQN) sebagai pusat kegiatan pengembangan Agama Islam.

"Kita belum tahu seperti apa formatnya, apakah dijadikan semacam `Islamic Centre`, pesentren moderen atau dijadikan gedung perkuliahan," kata Wakil Gubernur Bengkulu HM Syamlan di Bengkulu, Rabu.

Pemprov Bengkulu membangun beberapa unit gedung di komplek Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) untuk pelaksnaan STQN XVII pada 2002 dengan menghabiskan anggaran Rp70 miliar. Gubernur Bengkulu yang waktu itu dijabat Hasan Zen merencanakan menjadikan gedung eks STQN tersebut untuk lokasi pesantren moderen.

"Dari awal memang akan dijadikan pesantren moderen, kita akan tetap menjadikan untuk kegiatan ke-Islaman, namun bisa saja bukan pesantren moderen tapi dalam bentuk lain seperti `Islamic Centre`," ujarnya.

Syamlan mengaku menerima banyak masukan agar gedung eks STQN tersebut dijadikan pesantren mahasiswa yang pengelolaannya bekerjasama dengan pihak STAIN. "Usul tersebut juga bagus, karena secara kebetulan lokasi berada di kompleks STAIN," katanya. Namun, Syamlan berharap jika nanti ada kerjasama dengan STAIN, pemerintah dapat mengubah status sekolah tinggi tersebut menjadi Universitas Islam Bengkulu (UIB). (Ant)