Gelar Isra' Mi'raj, DWP Kemenag Hadirkan Prof. Quraish Shihab  

Jakarta (Kemenag) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI menggelar majelis pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1442H/2021 di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta.

Gelaran ini dihadiri secara luring oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI Hj. Eny Retno Yaqut, Halimah Zainut Tauhid, Ketua DWP Kemenag Farikhah Nizar Ali, dan jajaran pengurus. 

Kegiatan yang mengusung tema "Peristiwa Isra Mi'raj sebagai Motivasi dalam Membangun Moderasi Beragama" ini menghadirkan secara daring Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab untuk mengisi tausiyah dan melangitkan doa. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh segenap pengurus DWP PTKN, Balai Diklat, Asrama Haji, Kanwil Kemenag dan Kankemenag se Indonesia.

"Hari ini kita merasa gembira dan berbahagia karena hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi dalam membangun Moderasi Beragama disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, seorang intelektual yang sangat mumpuni, profesor di bidang tafsir yang sangat kaya ilmu dan luas pemahamannya," kata Hj. Eny Retno Yaqut, Jumat (19/3/2021).

Ditambahakan Eny Retno Yaqut, Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa penting sebagai perjalanan perjalanan spiritual Nabi Muhammad sebagai utusan Allah dan bukan perjalanan biasa.

 

Sebuah perjalanan yang dilakukan oleh manusia istimewa dan manusia terpilih dalam meletakan dasar-dasar peradaban manusia. Perjalanan ini, lanjut Eny, merupakan perpaduan antara laku fisik dan batin. Secara fisik bermakna melakukan perjalan dari Masjidil Haram ke Masjidi Aqsa di Palestina sementara secara batin melakukan Mi'raj bertemu Allah atau yang mentautkan hamba dengan Tuhannya.

"Isra Mi'raj merupakan perjalanan sarat makna tentang lika-liku perjalanan manusia. Menurut saya itu adalah dimensi intelektualitas yang dialami Nabi Muhammad. Ini juga momen penting dimana Nabi Muhammad menerima risalah salat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi umat islam dengan misi menyempurnakan akhlak," ujar Eny.

"Sebuah hikmah yang dapat kita teladani dari berbagai perspektif. Kalau kita mengkaji dalam kontek perempuan tentu bab yang sangat menarik dimana Nabi Muhammad sangat mencitai, menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan," sambungnya.

Kenapa perempuan lanjut Eny, sampai saat ini perempuan masih eksis di tengah kehidupan tidak hanya di sektor domistik dan publik tidak lain karena peran Nabi Muhammad yang telah membuka kesadaran umat tentang pentingnya kehadiran perempauan dalam perpektif Islam. 

"Misi Islam yang dibawa Nabi adalah misi pembebasan, ketika perempuan mengalami ketidakadilan Nabi Muhammad hadir untuk melakukan pembebasan. Atas nama Penasihat DWP saya memberikan apreasis yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga peringatan Israj Mi'raj ini dapat menambah bobot kita untuk belajar dan terus belajar tentang pemahaman agama Islam," tandas Eny.