Haul, Menag Ajak Teladani Kecintaan Abah Cipuluh pada Ilmu dan Indonesia

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan secara virtual pada Haul dan Bedah Buku Abah Cipuluh KH. Adang Badruddin, sekaligus Grand Launching Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Badar Pondok Pesantren Al Hikamussalafiah, Purwakarta.

Menag mengajak para santri untuk meneladani kecintaan Almaghfurlah Abah Cipuluh pada Islam, ilmu, dan Indonesia. “Kita mesti dapat belajar dari Abah Cipulus tentang bagaimana mencintai Islam, mencintai Ilmu dan ulama, serta mencintai Indonesia,” pesan Menag, Sabtu (4/9/2021).  

Menag mencontohkan kecintaan Almaghfurlah Abah Cipuluh pada ulama. Menurutnya, hal itu dituangkan dalam beberapa lantunan syair yang digubah dalam kitab syi’iran yang sarat dengan nilai-nilai religiusitas.

“Beliau memiliki lima karya Syi’iran. Salah satunya yang popular di masyarakat hingga saat ini adalah Pupujian Dawuh Nabi yang selalu dikumandangkan di masjid-masjid daerah Purwakarta dan sekitarnya setiap menjelang adzan lima waktu,” terang Menag.


Terkait pendirian STAI Al-Badar, Menag mengingatkan bahwa itu menjadi salah satu cara  melanjutkan cita-cita dan perjuangan Almaghfurlah Abah Cipulus.  Menag minta para santri dan keluarga besar pesantren Al-Hikamussalafiyah, khususnya pengelola STAI Al-Badar, menjaga amanat ini secara professional, penuh tanggungjawab, dan dedikatif. 

Salah satu nilai yang dikembangkan dan diwariskan Abah Cipuluh adalah bagaimana menjadikan pesantren sebagai kawah candradimuka untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. “Kita semua tahu bahwa almahgfurlah  Abah Cipulus adalah pribadi yang rajin menuntut ilmu sejak belia hingga akhir hayatnya, bahkan di tengah keterbatasan kondisi ekonomi keluarganya, bahkan Abah Cipulus menginspirasi banyak umat dan tokoh-tokoh agama,” tutur Menag.

“Abah cipulus juga memberikan teladan bagaimana menyeimbangkan duniawi dan ukhrawi,”  Ujar Menag lagi.

Ketua STAI Al Badar sekaligus penulis buku biografi Abah Cipuluh KH. Adang Badruddin, Hadi Musa Said menambahkan, berdirinya lembaga pendidikan tinggi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat merupakan amanat, mimpi dan cita-cita dari dewan kyai berikut para sesepuh pondok yang penerusnya telah diteruskan oleh generasi ke enam.

“Masih banyak keinginan Abah Cipulus yang belum terwujud. Namun berdirinya STAI Al Badar ini setidaknya dapat menjadi sarana bagi umat untuk mengenang dan mensuritauladani Abah Cipuluh,” pungkas Hadi.