IAIN Takengon Wisuda 582 Sarjana, Menag Beri Pesan Moderasi Beragama

Takengon (Kemenag) --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon mewisuda 582 sarjana (S1) dan pascasarjana (S2). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan yang dibacakan secara daring oleh Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali Ramdhani berpesan tentang penguatan moderasi beragama.

Sampaikan pesan Menag, Ali Ramdhani menekankan pentingnya implementasi moderasi beragama di lingkungan kampus IAIN Takengon, baik civitas akademika maupun para wisudawan. “Tidak hanya mahasiswa dan civitas akademika, para alumni juga harus berupaya menerapkan prinsip-prinsip moderasi beragama di masyarakat,” pesannya, Selasa (28/12/2021).

Rektor IAIN Takenong Zulkarnain dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini merupakan gelaran wisuda kali kedua setelah IAIN Takengon beralih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) sejak Maret 2020. Wisuda perdana dihelat pada 26 September 2020. Saat itu, IAIN Takengon mewisuda 292 mahasiswa program sarjana dan magister tahun akademik 2019/2020. 

“Alhamdulillah, IAIN Takengon kembali mewisuda 582 sarjana, terdiri 51 wisudawan program Magister Pendidikan Agama Islam, dan selebihnya Sarjana S1 Fakultas Tarbiyah serta Fakultas Syari'ah dan Ushuluddin,” terang Zulkarnain.

Rektor IAIN Takengon mengingatkan, kampus merupakan rumah ide dalam membangun peradaban dan keadaban. Sebagai rumah ide, kampus dituntut melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara baik. Kampus juga menjadi ruang diskusi untuk membahas beragam wacana serta memberi solusi bagi berbagai problem individual, komunal, maupum masyarakat (bangsa dan negara) secara luas. 

“Para wisudawan selama ini berada di rumah ide bersama para dosen dan unsur civitas akademik lainnya. Setelah menjadi alumni, bukan berarti telah keluar dari rumah ide. Rumah ide alumni itu adalah almamater yang harus dijaga nama baiknya,” pesan Zulkarnain.

Orasi ilmiah wisuda ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Bappenas Tatang Muttaqien. Dia membentangkan orasi ilmiah tentang ‘Tantangan Cendikiawan Muda Dalam Era Transisi 4.0 - 5.0’. Menurutnya, cendekiawan muda harus tampil dalam kepribadian yang responsif, selalu menjadi pembelajar, berinovasi serta memperkuat silaturrahmi.

Hadir dan memberikan sambutan dalam wisuda ini, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, dan Plt Bupati Bener Meriah Dailami. Selain sambutan, Dailami juga menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawan terbaik.

Dalam wisuda kali ini juga ditandatangani Nota Kesepahaman atau MoU antara Rektor IAIN Takengon dengan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tengah, dan Kepala Kantor Kabupten Bener Meriah. “MoU ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama (MOA) oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dengan sejumlah Madrasah di dua Kabupten tersebut,” tegas Zulkarnain.