Idulfitri dan Palestina,  Penderitaan Anak-anak Menjelang Hari Raya

Kudengar suara tangisan anak-anak Palestina.
Menjerit ketakutan bahkan berlari tanpa arah.
Mereka sudah kehilangan harta bahkan orang tua.
Tidak sedikit berteduh di bawah tenda-tenda.
Kelaparan dan dahaga sulit hidup bahkan merana.

Sementara anak-anak sebaya di seluruh dunia.
Mereka suka ria menjelang ikuti hari raya.
Bahkan mereka pergi dan belanja di mall-mall megah.
Anak-anak Palestina merasakan derita tiada tara.
Hilang masa indah terenggut oleh para PENJAJAH.
Orang-orang yang tidak punya hati hanya andalkan senjata.
Bahkan musuh-musuh itu menggandeng lain agama.
Dengan kepandaian yang di atas rata-rata.
Mereka mampu berdiplomasi dengan gunakan logika.
Bahkan negara-negara besar dan negara agama diam seribu bahasa.

Ya Allah....aku tidak tahu bagaimana mencari solusi.
Meski nanti Malam Hari Raya 'Idul Fthri.
Aku tidak merasakan kegembiraan sampai di hati.
Aku sungguh sangat terganggu hidup tanpa belas kasih.
Mungkin Tuhan akan menghukum aku, engkau dan kita, kerena berdiam diri.
Tidak pernah sedikit pun ada rasa emphati.
Bahkan biasa-biasa saja tidak merasakan sakit hati.

Tuhan Ampuni aku, bangsaku dan orang Islam semua.
Aku dan mereka tidak pernah punya upaya apa-apa.
Bahkan cenderung hanya anggap persoalan lain negara.
Aku dan mereka lupa Palestina pernah diperjuangkan Soekarno Presiden Pertama.
Bahkan beliau yang lantang bersuara untuk membela.
Memang bapak kita ini adalah tokoh dunia.
Semoga di hari ini muncul tokoh-tokoh seperti dia.

Malang, 12 Mei 2021
'Abd Al Haris Al Muhasibiy