Indahnya Cinta

Ma piyehi samaganchi, appiyehi kudacanam. Piyanam adassanam dukkham, appiyanan ca dassanam. Janganlah melekat pada apa yang dicintai atau yang tidak dicintai. Tidak bertemu dengan mereka yang dicintai dan bertemu dengan mereka yang tidak dicintai, keduanya merupakan penderitaan. (Dhammapada, Syair 210)

Setiap orang menginginkan hidup harmoni dan penuh kedamaian. Hidup tiada permusuhan dan tiada saling membenci, apalagi saling mencelakai. Untuk dapat mencapai hidup yang saling mengasihi itu, tentu harus ada hal yang dapat mengondisikannya, yaitu cinta kasih.

Agama Buddha sangat memberikan perhatian terhadap cinta kasih dalam kehidupan. Dalam Buddhis, cinta kasih ini disebut dengan metta yang diberikan makna cinta kasih yang tanpa batas.  Dhamma ajaran Buddha dibabarkan kepada semua makhluk demi kebahagiaan. Karenanya, Dhamma disampaikan dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

Sebuah kebenaran akan menjadi ketidakbenaran, manakala disampaikan tanpa kebijaksanaan dan cinta kasih. Karenanya tidaklah dapat dipungkiri, bahwa cinta kasih tidak hanya membawa kebahagiaan dalam diri sendiri, namun juga membawa kebahagiaan bagi semua makhluk.

Guru Agung Buddha selalu mengingatkan kepada para siswanya untuk senantiasa berdiam dalam cinta kasih. Dengan melatih diri selalu berdiam dalam cinta kasih akan menghalau kebencian yang muncul dalam pikiran. Setiap orang sadar bahwa tatkala kebencian timbul maka secara langsung akan menjadikan cinta kasih melemah. Sebaliknya manakala pikiran bebas dari kebencian maka cinta kasih akan semakin menguat.

Pikiran yang diliputi dengan cinta kasih akan menjadikan timbulnya tindakan yang disertai belas kasih. Inilah yang kemudian disebut dengan transformasi dari kepedulian menjadi praktik nyata. Seseorang tidaklah mungkin dapat mengembangkan belas kasih jika tidak didasari adanya cinta kasih dalam dirinya. Tindakan belas kasih akan timbul membantu meringankan beban penderitaan tatkala batin seseorang sudah bebas dari kebencian.

Cinta kasih yang dipancarkan seluruh alam semesta akan menjadikan makhluk-makhluk di sekitarnya juga merasakan manfaatnya. Sebagaimana dikisahkan dalam Karaniya Metta Sutta, pada saat para bhikkhu terganggu oleh makhluk halus dalam latihan meditasinya. Setelah membacakan Karaniya Metta Sutta, mereka memancarkan cinta kasihnya, hingga makhluk-makhluk halus itu merasa damai dan tidak mengganggu. Hal ini menunjukkan bahwa, manfaat cinta kasih tidak hanya menjadi milik diri sendiri, namun juga bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, dan bahkan ke seluruh alam semesta.

Cinta kasih menjadikan orang tidak mudah melakukan tindakan yang tidak terpuji, seperti: menyakiti makhluk lain, mengambil barang yang bukan miliknya, membuat kebohongan, dan bahkan merusak lingkungan. Terhindarnya orang dari melakukan tindakan yang tidak terpuji akan membawa dampak hilangnya rasa takut dan khawatir atas barang-barang yang dimiliki, serta terjaganya ekosistem dengan baik, dan pada akhirnya dapat terwujud kehidupan yang damai dan harmoni.

Dalam lingkup yang spesifik, khususnya kaum muda, cinta kasih ini lebih dipahami sebagai bentuk ungkapan kepada lawan jenisnya. Kadang-kadang ungkapan cinta kasih itu tidak diikuti dengan kebijaksanaan, yang akhirnya menimbulkan penderitaan. Banyak kita mendengar dan melihat berbagai tindakan perilaku menyimpang, pergaulan bebas, perundungan dan tindak kekerasan lainnya dengan dalih cinta. Itulah wujud dari cinta kasih yang diliputi oleh nafsu keserakahan, yang didorong oleh kemauan untuk memenuhi keinginan.

Pada saat seseorang ingin mencintai orang lain, maka dia harus dapat memahami orang yang dicintai. Di antara mereka yang saling mencintai harus tumbuh pengertian yang terbuka untuk dapat melihat dan mengerti aspirasi dan keperluannya. Inilah landasan cinta sejati, cinta kasih yang dilandasi oleh belas kasih. Cinta kasih yang tidak diliputi oleh kemelekatan, cinta kasih yang membawa kebahagiaan. Karenanya, jika orang hanya berpikir untuk diri sendiri dan mengabaikan orang lain, maka orang itu tidak akan dapat mencintai.

Marilah hiasi hidup ini dengan penuh cinta kasih kepada semua makhluk. Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)