Ingatlah Bahwa Allah Roh Kudus Mendiami Tubuh Kita

Dalam cerita Alkitab, 2 Samuel 7:1-3, Raja Daud berencana membangun Bait Suci. Karena Daud adalah raja, ia sangat kaya. Daud menyuruh orang-orang membangun baginya sebuah rumah dari kayu, batu, emas dan perak.

Suatu hari sewaktu Daud sedang merenungkan tentang rumahnya yang indah itu, ia sadar bahwa rumah Tuhan masih sama keadaannya dengan rumah-rumah orang Israel yang terbuat dari kulit binatang dan kain. 

Rumah Tuhan yang dibangun oleh orang Israel ketika mereka berada di Gunung Sinai dan yang selalu dibawa kemana-mana dalam pengembaraan mereka di padang gurun. Akhirnya Daud memutuskan untuk membangun sebuah rumah yang bagus dan tetap bagi Tuhan. la rencana untuk membangunnya dari batu, kayu, perak dan emas.

Apakah Tuhan memerlukan rumah untuk tinggal? Tidak! Allah adalah Roh dan la hadir di mana-mana. Tetapi Daud ingin agar Tuhan mempunyai rumah yang tetap, di mana orang-orang bisa datang untuk menyembahNya dan mempersembahkan korban bakaran mereka.

Tuhan sangat senang dengan rencana Daud ini, maka Tuhan mengutus salah seorang nabiNya untuk mengatakan kepada Daud bahwa Tuhan setuju dengan rencananya itu, bahwa sebuah rumah yang tetap yang terbuat dari kayu dan batu harus dibangun bagi Tuhan.

Bagaimana dengan masa kita sekarang ini? Apakah masih sama seperti dalam Alkitab Perjanjian Lama? Tentu tidak sama. Di masa perjanjian Baru Allah Roh Kudus berdiam secara permanen di hati setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus Dimeteraikan oleh Roh Kudus (Efesus,1:13). Paulus berkata bahwa hal lain yang menjadi karunia Allah kepada kita adalah Roh Kudus. Allah telah memberi Roh Kudus kepada orang-orang Efesus saat mereka percaya, dan la juga telah memberikan Roh Kudus kepada kita saat kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita. 

Jika kita ingat masa di kampung di mana binatang peliharaan kita, contoh binatang sapi, tanpa dikandang tapi dilepas bebas sehingga bercampur baur dengan sapi orang lain. Untuk mengetahui bahwa itu sapi kita maka pemiliknya telah memberi tanda pada telinga atau pada bagian belakang sapi-sapi itu. Kalau ada orang yang mencurinya, maka kita bisa mengenalnya dari tanda yang telah diberikan.

Allah juga telah menandai kita sebagai milikNya yang telah la beli dengan darah Tuhan Yesus, AnakNya. Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, Tuhan memberi meterai atau memberi tanda pada diri kita untuk menyatakan kepada siapa saja bahwa kita adalah milikNya. Yang menjadi meterai untuk menandakan bahwa kita adalah milik Allah adalah Roh Kudus. Jadi sekarang Iblis tidak akan bisa mengatakan bahwa kita adalah miliknya, (Roma 8:38, 39). Tubuh kita didiami Roh Kudus sebagai jaminan janji Allah bagi keselamatan di masa akan datang (Efesus,1:14). 

Tidak hanya Roh Kudus menjadi tanda dari Allah untuk menunjukkan bahwa kita adalah milikNya, namun Roh Kudus juga menjadi seperti uang muka, jaminan, atau bukti bahwa la pasti akan membawa kita bersamaNya ke Sorga tempat di mana tidak ada lagi dosa, penyakit, atau kematian. Maksudnya adalah seperti ini: Misalnya saudara sedang berada di pantai dan bertemu dengan seseorang yang menjual seekor ikan dan saudara ingin membelinya. Namun karena saudara tidak memiliki uang cukup, maka saudara meninggalkan semua uang yang saudara bawa kepada si pemilik sebagai tanda bahwa saudara akan kembali untuk melunasi sisanya dan membawa ikan itu pulang.

Meski Yesus telah membayar lunas untuk memiliki diri kita saat la memberikan darah AnakNya di kayu Salib, namun tubuh kita masih mengalami persoalan dengan dosa, penyakit dan kematian. Akan tetapi Roh Kudus adalah jaminan dari Allah dalam tubuh kita bahwa Tuhan Yesus akan kembali untuk membebaskan tubuh kita dari dosa, dari penyakit dan dari maut dan la akan membawa tubuh kita seperti tubuhNya yang mulia. Tuhan Yesus akan membawa kita pulang bersamaNya selamanya, (Roma 8:11). Saat Allah membebaskan tubuh kita dari dosa, penyakit dan kematian, dan saat Allah membuat kita seperti Tuhan Yesus, dan membawa kita ke Sorga, maka kita akan memberi semua syukur dan pujian kepadaNya. Kita akan melakukannya karena kita akan memahami betapa la mulia, dan kita akan mengagumiNya dan akan mengatakan hal-hal yang mulia tentang Dia.

Dari kebenaran di atas, apa yang dapat kita lakukan..? Untuk itu, marilah kita muliakan Allah melalui karier kita, melalui pekerjaan kita, melalui profesi kita, melalui seluruh hidup kita melalui keluarga kita.  Ingatlah bahwa kita telah didiami Roh Kudus yang adalah jaminan kita pasti masuk sorga. Marilah kita kuat karena Tuhan dalam kepastian pengharapan ini agar kita semangat menjalani hidup ini entah kita bekerja sebagai ASN atau tidak, dengan takut akan Dia untuk memuliakan namaNya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

Pdt. Imponius, M.Th (Ketua umum Gereja Firman Allah atau GFA)