IPHI Gagas Pertemuan Haji Internasional di Banda Aceh

Banda Aceh, 4/3 (Pinmas)--Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sedang menyusun program pertemuan internasional dengan masyarakat haji dari 47 negara Islam, guna membahas berbagai isu global di Banda Aceh, Agustus 2008. "Banyak isu global yang cukup urgen untuk dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk nasib umat Islam yang bersengketa di Palestina untuk membantu mencari solusi bagi terwujudnya perdamaian abadi dunia," kata Sekretaris PW IPHI NAD Drs H Abdullah Puteh, di Banda Aceh, Selasa.

Program yang bertajuk "Silaturrahmi Internasional Persaudaraan Haji Indonesia Aceh" merupakan salah satu program kerja IPHI NAD amanah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil III/2008) sebagai upaya lebih meningkatkan peran lembaga tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan dan kedamaian umat."Kita akan terus memainkan perannya dalam upaya membangun citra umat Islam di dunia," kata Abdullah Puteh.

Pertemuan yang diharapkan dapat dihadiri sekitar 1.000 orang haji ikut membahas berbagai potensi umat Islam bagi kesejahteraan umat dengan mengundang peserta antara lain dari Arab Saudi, Aljazair, Afrika Selatan, Amerika, Australia, Balkan, Banglades, Brunei Darussalam, Bahren, Bosnia, China, Pilipina, Jerman, Iran, India, Ingris dan Iraq.Negara lainnya turut diundang ke Banda Aceh para haji dari Jepang, Jordania, Korena Selatan, Kamerun, Kazachtan, Mesir, Malaysia, Maroko, Myanmar, Palestina, Perancis, Pakistan, Qatar, Rusia, Spanyol, Singapura, Syiria, Sudan, Tunisia, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab dan Uzbekestan.

"Selain itu, kita juga mengundang perwakilan lembaga Tabungan Haji Malaysia, Kementerian Wakaf Arab Saudi, Rabithah Alam Islami, Mekkah, dan unsur organisasi konperensi Islam (OKI)," kata Abdullah Puteh.Khusus untuk Aceh, IPHI NAD akan terus mendorong berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat dan melestarikan perdamaian yang mulai dinikmati, setelah lahirnya nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Selain itu, PW IPHI NAD juga terus membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan Syariat Islam untuk mempercepat pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat pasca bencana gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004."Yang jelas, secara global IPHI NAD ikut mencari solusi permasalahan konflik yang sedang dihadapi dunia Islam," katanya. Kepedulian untuk "mengetuk hati" mereka yang bersengketa di Palestina karena Jerussalem adalah kota umat dunia, maka umat Islam dunia harus senantiasa bersabar, berikhtiar dan menyatukan langkah bagi terwujudnya perdamaian dunia secara abadi karena haji merupakan salah satu simbol umat Islam dunia. (es/ts)