Jalan Panjang Menyiapkan Kemahnya Mahasiswa

Pejabat boleh saja berganti-ganti, tetapi komitmen ke-Indonesiaan dan kebangsaan tak boleh berhenti. Denyut nadi nasionalisme, patriotisme yang berbasis dengan pemahaman keagamaan yang moderat harus terus berkembang.

Angka-angka intoleransi dan ekstremisme kian hari kian mengkhawatirkan. Temuan survei, ada 39 % mahasiswa Indonesia terpapar paham intoleran dan mereka kerap setuju dengan cara-cara kekerasan berbasis agama untuk menyelesaikan persoalan.

Padahal, The Founding Father bangsa ini telah mengamanatkan Pancasila dan NKRI sebagai sesuatu yang final. Ini harus kita pertahankan, apapun yang terjadi.

Itulah spirit kenapa Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) harus tetap terselenggara walau di masa pandemi Covid-19. Mestinya harus terselenggara pada tahun 2020, dan sempat tertunda beberapa kali. Namun, akhirnya kembali ditetapkan penyelenggaraannya pada 9-14 November 2021.

Dalam catatan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, PWN PTK XV Tahun 2021 di UIN Raden Fatah Palembang sejak ditetapkannya pada tahun 2019, telah melewati serangkaian pergantian pejabat penyelenggara.

Pertama, telah melewati tiga Menteri Agama, yaitu:  Lukman Hakim Saifuddin (LHS), Fakhrur Razi, dan sekarang Gus Yaqut Cholil Qaumas. Kedua, telah melewati dua Dirjen Pendidikan Islam, yaitu: Kamaruddin Amin dan Muhammad Ali Ramdhani. 

Ketiga, telah melewati dua Direktur Diktis, M. Arskal Salim dan Suyitno. Keempat, telah melewati dua Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Safriansyah dan Ruchman Basori. Serta kelima, telah melewati dua Kasi Kemahasiswaan, yaitu: Ruchman Basori dan Amiruddin Kuba. 

Sementara dari pihak UIN Raden Fatah Palembang, telah melewati dua Rektor, yaitu  Sirozi dan Nya Ayu Khadijah, serta  dua Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Rina Antasari dan Hamidah.

Para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia berkumpul untuk mendesain kembali PWN 12-14 September di Palembang. Direktur Diktis Sutyitno mengarahkan untuk melakukan reprogramming dan rebudgetting PWN dan juga dilakukannya mitigasi Covid-19.

Sejumlah rencana yang disusun di antaranya, kegiatan bhakti yang menjadi jantung PWN PTK hanya akan dilakukan di lingkungan Jakabaring Spot Center (JSC) dan UIN Raden Fatah Palembang. Giat ini  dilakukan oleh peserta perkemahan yang telah melakukan proses vaksinasi, PCR, dan penerapan disiplin 5M. Sementara kegiatan oprtimalisasi bhakti juga dilakukan di pangkalan masing-masing PTK bagi peserta yang tidak hadir ke Palembang.

Sejumlah tema yang muncul, Penguatan Nasionalisme, Pendidikan Anti Korupsi (PAK), Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Generasi Millenial Menyongsong Indonesia Emas 2045. Adapun output PWN PTK adalah semakin memperkuat profil mahasiswa PTK yang mencintai agama dan bangsa-negaranya sekaligus, buka npribadi yang terbelah.

Karena pandemi, jumlah peserta dibatasi sangat ketat. Dalam perkemahan normal,  satu sangga berjumlah 9 orang. Panitia telah memutuskan di awal 2021 dengan menurunkan jumlah peserta tiap sangga menjadi hanya 6 orang. Terakhir, disepakati tiap sangga 4 orang pa (putra), 4 orang pi (putri), 1 Bindanping pa dan 1 Bindanping pi, ditambah 1 Pimpinan Kontingen. Diperkirakan jumlah peserta total yang akan terlibat berkisar 450 orang dari total kapasitas JSC yang mencapai 2.500 orang. Artinya standar 30% menjadi terpenuhi sebagaiman aturan kegiatan di masa pandemi Covid.

Jalan panjang mempersiapkan PWN PTK telah dilalui. Semoga ikhtiar mengantarkan putra-putri bangsa menjadi berkualitas dapat tercapai. Olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga menjadi empat pilar pengembangan kemahasiswaan yang selama ini menjadi tujuan. Generasi cerdas, unggul dan berkarakter menjadi harapan, tidak saja para orang tua tetapi juga bagi bangsa ini.

Dengan demikian pengembangan intelektualitas, profesionalitas melalui bakat minat dan kegemaran, pengembangan sosial kemasyarakatan berbasis karakter dan akhlakul karimah yang akan dituju oleh Kementerian Agama dapat tercapai. Salah satunya melalui gawe PWN PTK yang akan diikuti oleh mahasiswa pramuka penegak-pandega dari Sabang-Merauke.

Mahasiswa PTK adalah masa depan Indonesia dan Indonesia masa depan. PWN ibarat kawah candradimuka yang akan menempa mahasiswa menjadi calon pemimpin, profesional dan kader penggerak pembangunan ditengah-tengah persaingan.

Semoga diberikan kelancaran dalam menggelar event ini dan tidak ada alasan lagi untuk menunda apalagi membatalkan kegiatan PWN PTK yang sarat pesan dan makna. Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana. Wallahu a'lam bi shawab

Ruchman Basori (Kasubdit Sarpras Kemahasiswaan Diktis)