Janji Pemulihan dari Tuhan

"Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!". (Yesaya 54:2)

Di setiap memasuki awal tahun, semua orang pasti memiliki rencana, harapan dan juga impian yang baru pula. Besar harapan bahwa kegagalan-kegagalan yang menimpa di tahun sebelumnya tidak akan terulang kembali. Kita rindu hari-hari yang kita jalani nanti dipenuhi oleh keberhasilan atau kesuksesan di segala bidang.

Namun, perlu disadari bahwa prinsip keberhasilan atau kesuksesan bagi orang percaya itu tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Tuhan. Karena itu, andalkan Tuhan dalam segala hal.

Yesaya pasal 54 ini merupakan suatu pembaharuan perjanjian (recovenant) antara Tuhan dengan umat pilihan-Nya (bangsa Israel) pasca kepulangan mereka dari pembuangan di Babel selama 70 tahun. Waktu itu, mereka menghadapi pergumulan yang berat, yaitu: 1. berkurangnya keturunan sebagai ahli waris di negeri perjanjian  (ayat 1); dan 2. mengenai pembagian atau tata letak tanah warisan yang menjadi hak mereka (ayat 3).

Dalam pembaharuan perjanjian ini Tuhan memberi semangat kepada orang-orang buangan itu dengan menjanjikan pemulihan. Yaitu, keadaan baru yang mendatangkan berkat dan sukacita. Tuhan berjanji akan memulihkan keadaan mereka, yaitu keturunan yang berjumlah lebih banyak daripada sebelum pembuangan, dan juga perluasan wilayah.

"...engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi."  (ayat 3).

Perihal janji pemulihan Tuhan ini bukan hanya berlaku bagi bangsa Israel yang hidup di zaman itu, tapi juga berlaku bagi semua orang percaya yang adalah 'Israel-Israel'  rohani. Bukankah setiap kita memiliki keinginan untuk mengalami kemajuan di segala segi kehidupan ini? 

Jika ingin mengalami pemulihan, usaha makin luas, dan pelayanan kian bertumbuh serta berdampak, maka hal utama yang harus kita lakukan adalah fokus kepada Pribadi Tuhan, bukan pada berkat atau perluasan itu. Sehingga, itu akan semakin mendorong kita untuk lebih mendekat kepada Tuhan.

"Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu." (Mazmur 119:38)

 

Pdt. Yusak Umar Santoso.M.Th (Gembala Sidang Gereja Eleos Indonesia Jemaat Magetan)