Jurnal Studi Islam Ulumuna UIN Mataram Terindeks Scopus

Jakarta (Kemenag) --- Satu lagi jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terindeks di Scopus. Adalah Ulumuna, Jurnal Studi Islam yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini terindeks di Scopus per tanggal 20 Juli 2022. Dengan itu, otomatis Ulumuna memperoleh kenaikan status akreditasi ke Sinta 1, yang sebelumnya Sinta 2.

Saat ini, sudah ada 13 jurnal PTKI yang telah menyabet status jurnal internasional bereputasi. Ke-13 jurnal tersebut adalah sebagai berikut: [1] Journal of Indonesian Islam (JIIs), UIN Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur; [2] Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), IAIN Salatiga Jawa Tengah; [3] Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), IAIN Kudus, Jawa Tengah; [4] Al Jami’ah, UIN Sunan Kalijaga Daerah Istimewa Yogyakarta; [5] Studia Islamika, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [6] Journal of Islamic Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur; [7] Jurnal Al-Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [8] Jurnal Samarah UIN Ar-Raniri Banda Aceh; [9] Islam Guidance and Counseling Journal IAIM-NU (Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama) Metro Lampung; [10] Al-Ihkam, IAIN Madura, Jawa Timur; [11] Jurnal Psikohumaniora, UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah; [12] Jurnal Ilmiah Syariah (JURIS), UIN Mahmud Yunus, Batusangkar, Sumatera Barat; dan [13] Ulumuna: Journal of Islamic Studies, UIN Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Plh. Direktur Jenderal Pendidikan Islam yang sekaligus Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Amien Suyitno, mengapresiasi capaian PTKIN di bidang publikasi ilmiah. “Dalam rentang waktu kurang dari satu bulan, Kementerian Agama mendapatkan prestasi internasional yang luar biasa, yakni terindeksnya di Scopus dari 2 jurnal di lingkungan PTKI, yakni Jurnal Ilmiah Syariah (JURIS) terbitan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Jurnal Ulumuna yang diterbitkan oleh UIN Mataram. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa hasil riset yang dilaksanakan oleh dosen di lingkungan PTKI benar-benar membanggakan dan memberikan kontribusi penting bagi dunia,” ungkap guru besar UIN Raden Fatah Palembang di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

“Diharapkan dengan terindeksnya di Scopus, Ulumuna ikut mendiseminasikan hasil kajian-kajian mutakhir para dosen dan peneliti dalam ilmu-ilmu keislaman, bersama dengan jurnal-jurnal PTKI lainnya,” ungkap Amien Suyitno lebih lanjut.

Rektor UIN Mataram Masnun  bersyukur atas perkembangan jurnal di kampusnya. Menurutnya, Ulumuna sekarang menjadi semakin kompetitif dan telah memperoleh status internasional bereputasi.

 “Di antara strategi yang kami lakukan adalah mendorong dan memfasilitasi kebijakan dan program agar jurnal di lingkungan UIN Mataram bisa mencapai internasional bereputasi, di antaranya terindeks di Scopus. Dan alhamdulillah, strategi ini membuahkan hasil,” ungkap Masnun yang juga guru besar UIN Mataram.  

Koordinator Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan di antaranya pendampingan akreditasi jurnal untuk memfasilitasi agar jurnal yang semula belum terakreditasi menjadi terakreditasi. Upaya lain dilakukan melalui program peningkatan jurnal internasional bereputasi untuk mendorong jurnal yang telah terakreditasi di Sinta mampu meraih jurnal internasional bereputasi. 

“Kami sangat bersyukur akhirnya program yang kami lakukan kini berdampak terhadap meningkatnya jumlah jurnal yang berkualitas tinggi. Dengan capaian ini, diharapkan semakin tingginya kontribusi akademik PTKI di kancah internasional,” ungkap Suwendi.

Dalam konteks PAK (Penilaian Angka Kredit Dosen), Suwendi menilai capaian ini ibarat semakin menambah jumlah “kendaraan” yang berkualitas untuk menghantarkan para dosen meraih jabatan fungsional tertingginya, yakni guru besar dalam rumpun ilmu agama. 

Editor in-Chief Ulumuna, Mohammad Abdun Nasir, menyatakan bahwa jurnal yang terbit pertama kali tahun 1997 ini memfokuskan skop kajiannya pada studi Islam dengan tema-tema khusus per terbit, misalnya: pendidikan Islam, hukum Islam, tafsir-hadis, kalam-filsafat, dan tasawuf/sufisme. 

 “Capaian yang diperoleh Ulumuna sekarang ini merupakan hasil dari kerja keras tim pengelola yang didukung oleh Pimpinan UIN Mataram dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Ulumuna adalah salah satu terbitan yang masuk program internasionalisasi jurnal yang digagas oleh Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,” ungkap Mohammad Abdun Nasir.

Semenjak terbit perdana pada Desember 2015, menurut Mohammad Abdun Nasir, Ulumuna mempublikasikan artikel-artikel dalam bahasa Inggris untuk mendapatkan international readership and recognition. “Mulai saat itu, para peneliti dan penulis luar negeri banyak yang berminat untuk mempublikasikan tulisannya di Ulumuna. Pengenalan terhadap Ulumuna juga gencar dilakukan baik melalui media sosial maupun kunjungan ke beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan memberikan hardcopy Ulumuna secara cuma-cuma ke civitas akademika perguruan tinggi yang dikunjungi,” ungkapnya lebih lanjut. 

“Upaya ini terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Ulumuna, pembaca yang luas dan sitasi yang tinggi dari jurnal-jurnal internasional bereputasi,” tandasnya.