Kasih Karunia Allah

Pemirsa Mimbar Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dan semua umat Kristen di seluruh Indonesia, yang saya kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Shalom! Mimbar Kristen minggu ini akan membaca dan merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Efesus 2:1-10:

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Umat Kristen yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia, semata-mata kasih karunia. Itu yang menjadi dasar keselamatan kita oleh Yesus. Itu yang menjadi dorongan-dorongan utama di dalam hati Allah untuk melakukan satu tindakan besar yaitu menjadi manusia dan dalam kemanusiaan-Nya mengorbankan diri-Nya menyelamatkan kita dari dosa.

Kasih karunia, semata-mata kasih karunia. Sebab, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Bahkan, kita berasal pun dari kedagingan kita sendiri. Kita sering melakukan kesalahan dan dosa dan kita tidak sanggup untuk membebaskan diri sendiri dari kesalahan dan dosa. Kita lemah, kita terbatas namun kita menginginkan sebuah suasana hidup yang baru, suasana hidup yang penuh damai, suasana hidup yang penuh sejahtera tetapi kita sering tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak membawa damai, yang tidak membawa kesejahteraan, yang tidak menjaminkan keadilan.

Kasih karunia, semata-mata kasih karunia. Bahwa dalam semua yang kita inginkan itu, bahwa dalam semua yang kita harapkan itu oleh kelemahan-kelemahan tadi, kita sering melakukan dosa dan terjebak di dalamnya. Tetapi Allah, Allah memiliki sesuatu yang lain di dalam hati-Nya, yaitu kasih-Nya yang tidak dapat dibendung oleh apapun, kepedulian-Nya kepada orang-orang lemah, kepedulian-Nya kepada manusia ciptaan-Nya yang berdosa, yang mau diangkat-Nya, yang mau dipulihkan-Nya. Karena itu Ia menunjukkan kasih karunia.

Rasul Paulus di dalam bacaan kita mengajak kita, terutama semua umat Kristen. Di dalam masa minggu sengsara Yesus Kristus untuk mari kita merayakan kesukacitaan kita semua. Bersukacitalah, sesungguhnya bersukacitalah sebab telah datang keselamatan untuk kita. Karena itu Paulus hendak mengingatkan kita, mari pandang kepada salib Kristus yang membebaskan kita dari segala kuasa-kuasa termasuk kuasa kerajaan dunia, kuasa kerajaan-kerajaan angkasa yang membuat kita jatuh terjebak di dalam dosa.

Mari memandang kepada Kristus yang oleh kasih karunia Allah yang besar telah menyelamatkan kita dan mengangkat kita dari dosa. Salib adalah wujud pekerjaan Allah untuk pemulihan yang besar. Salib adalah tahun rahmat Tuhan yang datang untuk kita. Sebab dalam tahun rahmat Tuhan itu, Ia membebaskan kita dari semua belenggu. Ia pulihkan kita sebagai umat, Ia pulihkan bangsa, Ia pulihkan bumi, Ia pulihkan dunia ini dalam keadaan apapun. 

Dalam keberdosaan kita, Tuhan pulihkan. Dalam hiruk pikuk bangsa kita, Tuhan pulihkan. Dalam realitas pandemi saat ini, kita pun harus percaya Tuhan pun sedang mengerjakan tindakan pemulihan. Itu terjadi semata-mata oleh kasih karunia dan kasih karunia itu yang membimbing kita kepada karunia keselamatan. Sebab itu, Paulus mengatakan bahwa itu buah dari iman, itu bukan hasil usaha kita, itu bukan pekerjaan kita sendiri melainkan kasih karunia Allah. Artinya Allah telah bekerja dan menunjukkan bagaimana cara-Nya ia bekerja dan cara itu  adalah mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa.

Akhirnya Tuhan mau, seperti kata Paulus, Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya, dalam kasih karunia, yaitu di dalam jalan-jalan Allah. Karena itu pada masa minggu sengsara Kristus ini, Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya, di dalam sukacita yang besar, bahwa telah datang rahmat Allah yang menyelamatkan kita semua, telah datang rahmat Allah yang menyelamatkan bangsa, telah datang rahmat Allah yang menyelamatkan kita dari pandemi.

Dalam hal itu, saya mau mengajak semua umat Kristen untuk meyakini bahwa vaksinasi adalah bagian dari sebuah upaya pemerintah untuk memulihkan kita dari pandemi ini. Dan itu adalah bentuk kasih karunia Allah. Sebab kini dalam situasi pandemi melalui vaksinasi yang kita kuduskan Tuhan sedang melakukan tindakan pemulihan-Nya untuk kita semua. Karena itu bersukacitalah, bersukacitalah sebab semuanya terjadi semata-mata oleh kasih karunia Allah untuk kita, untuk bangsa Indonesia, untuk bumi. Tuhan memberkati kita semuanya. Amin

 

Pendeta Elifas Tomix Maspaitella (Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku)