Kebahagiaan Ali Mahfud dan Sholihah Ikut Pendidikan Profesi Guru PAI 2021

Rembang (Kemenag) --- Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program yang menjadi impian bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI), baik PNS maupun non PNS. Dari puluhan bahkan ratusan guru PAI yang ada di Kabupaten Rembang, kesempatan emas ini selalu  dinantikan setiap tahunnya. Ada yang berhasil mendapatkannya, ada pula yang tertunda.

Bagaimana tidak? PPG merupakan awal nasib bagi guru PAI untuk mendapatkan sertifikasi. Dedikasi guru yang berkonsentrasi mengajar PAI di sekolah umum akan terbayar dengan sertifikasi.

Keberhasilan penantian mengikuti PPG ini setidaknya dirasakan oleh dua guru PAI asal Kabupaten Rembang, yaitu Ali Mahfud dan Sholihah. Keduanya berhasil memperoleh kesempatan untuk mengikuti PPG tahap I yang digelar pada Juni – Agustus 2021.

Karena masih pandemi, PPG yang digelar oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI ini berlangsung secara online. Baik Ali Mahfud maupun Sholihah harus mengikuti materi PPG selama tiga bulan penuh dan diakhiri dengan ujian kelulusan.

Ali menyampaikan kegembiraannya lantaran akhirnya bisa mengikuti PPG. Sebuah tahapan yang sudah ia nantikan sejak 23 tahun mengajar PAI di SMA 1 Sulang, Rembang. Bagi pria yang berusia 53  tahun ini, PPG adalah proses yang ia syukuri, meskipun beberapa tahun lagi menjelang purna.

“Saya mengabdi di SMA 1 Sulang sejak tahun 1998. Selama 16 tahun saya mengabdi di sekolah ini sebagai guru honorer.  Alhamdulillah tahun 2014 diangkat menjadi PNS,” kenang Ali.

Keinginan untuk mengembangkan potensi diri dan mengubah nasib sebagai seorang guru tak berhenti di situ. Seperti halnya teman seprofesi, Ali pun mencoba memperbaiki statusnya dengan mengikuti PLPG pada tahun 2017 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Namun keberuntungan belum berpihak kepadanya.

Setelah gagal, Ali mencoba berjuang lagi dengan mengikuti pre test PPG pada tahun 2018 dan lolos. Penantian Ali untuk mengikuti PPG pada tahun 2019 kandas lantaran saat itu ada penundaan. Lantas pada tahun 2020, PPG kembali ditunda karena adanya refocussing anggaran untuk penanggulangan Covid19.

Dan atas kesabarannya, nama Ali akhirnya tercantum sebagai peserta PPG di IAIN Salatiga, Semarang. “Saya merasa senang ketika pertama kali mendapatkan kabar ini,” kata Ali.

Tujuan Ali mengikuti PPG ini bukan semata-mata ingin mendapatkan sertifikasi. Ali berharap, PPG ini akan meningkatkan kompetensi dan menambah wawasannya sebagai guru agama. “Walaupun sudah lama mengajar PAI, saya merasa masih perlu belajar lagi. Perkembangan zamat begitu pesat. Tentunya ada hal-hal baru yang harus saya pelajari untuk peningkatan kualitas mengajar saya kepada siswa. Termasuk literasi moderasi beragama yang saat ini tengah digencarkan oleh Kementerian Agama,” papar Ali.

Peserta PPG lainnya, yaitu Sholihah. Guru berusia 38 tahun ini merasa mendapat durian runtuh. Bagi Sholihah, PPG adalah fase awal kerja dengan semangat baru, sekaligus upaya untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan diri.

Sholihah adalah guru SDN Tengger, Kecamatan Sale. SD yang terletak tengah hutan, dukuh Kali Jambe, Desa Tengger, Kecamatan Sale.  Selama 16 tahun mengabdikan diri, guru yang mempunyai tiga putra ini mengungkapkan pernah mendapatkan honor hanya Rp 150/bulan. Besaran gaji yang bahkan tak cukup untuk ongkos transportasi menuju sekolah.

Sholihah bercerita, akses jalan menuju Dukuh Kali Jambe cukup sulit. “Jarak tempuh ke SD ini sekitar 11 km. Dua tahun terakhir ini sudah diaspal. Tapi sebelum itu jangan ditanya, sepanjang jalan hanya terlihat batu-batu yang lumayan besar,” kata Sholihah.

Dengan mengikuti PPG ini, ia berharap akan bisa memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Sholihah masih mempunyai PR untuk memberikan wawasan luas kepada murid di pedesaan dan menciptakan generasi terbaik bangsa.

Antri 

Kasi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Kabupaten Rembang, Sarip mengatakan, PPG PAI akan diadakan dalam dua tahap. Tahap I yaitu Juni – Agustus 2021 dengan jumlah peserta hanya 2 guru. “Tahap I hanya diikuti oleh 2 guru, yaitu Ali Mahfud dari SMA 1 Sulang dan Sholihah dari SDN Tengger, Sale,” terang Sarip.

Sementara PPG tahap II akan diikuti oleh 18 guru pada September – Desember 2021. “Masih ada 20 guru yang masih antri mengikuti PPG. Kami sudah mengupayakan 20 guru ini untuk bisa mengikuti PPG, baik anggaran dari APBD maupun dari APBN,” kata Sarip. (Shofatus Shodiqoh)