Kemenag akan Intensifkan Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah

Bandung (Kemenag) --- Kementerian Agama terus melakukan penguatan Moderasi Beragama (MB) di berbagai lini. Salah satunya, dengan melakukan Penguatan MB melalui pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum. 

Untuk melakukan hal tersebut, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Rohmat Mulyana mengingatkan pentingnya kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak. Apalagi, ungkap Rohmat, MB telah masuk pada RPJMN 2020/2024. 

"Penguatan moderasi beragama menjadi tugas berat kita bersama, yang tentunya harus didukung dan disinergikan dari pusat hingga tingkat kabupaten/kota," ujarnya  saat Rapat Koordinasi (Rakor) PAI Penguatan  Moderasi Beragama, di Bandung, Kamis (24/2/2022). 

Perlu dipahami bahwa moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Penguatan MB di sekolah umum menurut Rohmat akan dikawal oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag. Rangkaian program akan dimulai dengan "Launching Gerakan Moderasi Beragama di Sekolah". 

"Kemudian dilanjutkan dengan menyelesaikan Modul Moderasi Beragama  untuk lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI)," imbuhnya. 

Modul tersebut, lanjut Rohmat, nantinya akan jadi panduan bersama dalam peningkatan kapasitas guru PAI dengan didasarkan pada modul yang telah disusun sebelumnya. "Modul ini tentunya bersifat  praktis dan berkualitas,” jelasnya. 

Sementara Direktur Pendididikan Agama Islam (PAI), Amrullah juga mengatakan bahwa Direktorat PAI  berkomitmen melakukan penguatan moderasi beragama 
melalui PAI sebab hal ini menjadi kebutuhan dalam menyiapkan pemimpin bangsa di masa depan. 

“Kami mengharapkan  kontribusi semua pihak, mulai dari tingkat provinsi dan kabupaten/ kota, terlebih para guru PAI  dalam mengawal  penguatan sistem pendidikan berperspektif moderasi,” harapnya.