Kemenag Buka Posko Peduli Banjir Bandang Torue

Torue (Kemenag) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendirikan posko Kemenag Peduli pascabanjir bandang meluluhlantakan Kecamatan Torue pada Kamis (27/7/2022) sekitar pukul 22.00 WITA. 

Banjir bandang yang menerjang Desa Torue, Kecamatan Torue itu tidak hanya menelan korban jiwa melainkan juga merusak fasilitas pelayanan publik seperti KUA, sekolah, perumahan ASN dan akses transportasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong Ahmad Hasni mengatakan pascabanjir bandang, pihaknya sudah meminta jajarannya untuk turun ke lapangan dan membentuk panitia posko Kemenag Peduli. 

"Kami langsung membentuk Posko Peduli Kemenag untuk penyaluran bantuan kepada para korban. Selain Itu, jajaran kami juga turun ke lapangan untuk mengidentifikasi ASN Kemenag yang terdampak, serta menginventarisir Barang Milik Negara (BMN) yang rusak akibat banjir tersebut," kata Ahmad Hasni, Sabtu (30/7/2022). 

Hasil inventarisir pascabanjir bandang, terdapat sejumlah pegawai Kementerian Agama baik ASN maupun non ASN, warga Desa Torue yang menjadi korban banjir. Mereka, di antaranya: Riswan Batjo Ismail (Ketua FKPAI Parimo), Ustad Rafiudin (Penghulu KUA Torue) bersama Istrinya, Ustdzah Juheti Guru MA Asadiyah Tolai, Sainab (Ketua FKPAI kecamatan Torue), Ustad Ambo Dai (Pegawai KUA Torue), Hafsa (staf kantor KUA), Vivin (staf kantor KUA).

Kankemenag Parimo juga membuka rekening donasi bagi korban banjir Torue. "Kami membuka rekening donasi bagi korban banjir Torue, Rekening BRI Kemenag Parimo Peduli: 3335-01-035559-53-7," ujar Ahmad. 

Humas Kemenag Parigi Moutong Afdal menambahkan kondisi pascabanjir bandang menyisakan pilu. Banjir yang membawa material lumpur dan kayu dengan cepat menghantam empat dusun pemukiman warga.

Informasi yang dihimpun Kemenag Parigi dari Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Parigi Moutong Riswan B Ismail, tercatat 3 orang korban meninggal dan 4 orang dinyatakan hilang.

"Banjir juga merendam rumah Riswan Ismail dan beberapa pegawai KUA, penghulu dan penyuluh Agama, guru madrasah di Desa Torue," ujarnya.

Ia mengatakan rumah warga dan fasilitas kantor termasuk Kantor KUA kecamatan Torue saat ini dalam kondisi rusak parah pascabanjir bandang. Bagian dalam Kantor KUA Torue semuanya mengalami kerusakan cukup parah.

"Sarana dan prasarana seperti laptop, komputer, meja biro serta lainnya, tidak bisa digunakan lagi akibat terendam air dan lumpur kurang lebih 2 meter, dinding pagar KUA juga rusak," tuturnya. (afdal)