Kemenag Dorong Santri Kuasai Ekonomi Syariah hingga Industri Halal

Batang (Kemenag) --- Kementerian Agama terus mendorong santri pada pondok pesantren untuk dapat bersaing di kancah nasional hingga internasional.  Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono saat bertemu dengan ratusan santri di Pondok Modern (PM) Tazakka, di Batang, Jawa Tengah. 

Ia pun mendorong para santri untuk dapat menguasai bidang ilmu keuangan hingga industri halal. “Para santri harus berpikir, saya besok akan menjadi menteri keuangan atau minimal wakil menteri agar dapat menggerakkan ekonomi syariah, produk halal, dan menjadikan Indonesia ke depan menjadi pusat industri halal,” cetus Waryono, di Batang, Minggu (13/3/2022). 

Karenanya Waryono juga meminta para santri untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di pondok pesantren untuk menempa diri selama menjalani pendidikan. “ Gunakanlah waktu ini sebaik-baiknya, jangan pernah ada waktu luang yang tidak bermanfaat, setiap hari para santri knowledgenya harus bertambah , ziyadatul ilminya harus bertambah dalam bidang apapun,” tegasnya. 

“ Jadilah mukmin yang kuat ilmunya dan beriman. Kalau saat ini umat Islam masih under (di bawah) boleh jadi mungkin ilmunya belum kuat belum mapan, dan masih kalah dengan orang lain. Jadikan iman dan ilmu bagi para santri seperti dua sisi mata uang, tidak boleh para santri memiliki iman kuat, tahajudnya kuat tetapi ilmunya kurang,”sambungnya. 

Dalam kesempatan tersebut Pimpinan PM. Tazakka KH. Anang Rikza Mashadi berkesempatan mengajak Direktur PD Pontren Waryono untuk melihat kondisi pesantren yang dipimpinnya. Kepada Waryono,  KH Anang memperlihatkan adalah kantor Lazis dan wakaf tazakka, kantor media center serta sistem transaksi non-tunai atau cashless yang dirancang dan dibuat secara mandiri oleh pondok. 

KH. Anang menjelaskan konsep pengembangan lazis dan wakaf sebagai salah satu instrumen pendanaan pesantren dan strategi fundraising yang dilakukan oleh tim Tazakka selama ini. “Saya melihat bahwa Tazakka bisa menjadi laboratorium pengelolaan pesantren bagi pesantren lainnya, terkait kelembagaan, menejemen pengelolaan, strategi pengembangan SDM-nya, sistem transaksi non-tunai atau cashless dan digitalisasi sistem informasi akademiknya,” jelas KH. Anang. 

Direktur PD.Pontren Kemenag RI H. Waryono Abdul Ghafur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pondok Modern Tazakka. Ia menilai PM Tazakka tidak saja berpikir untuk pengembangan diri sendiri, namun ikut mendorong dan membina pengembangan pesantren-pesantren lainnya. (Zy_humas)