Kemenag Harap Madrasah Kuat dalam Sains dan Akhlak

Lampung Timur (Kemenag) --- Kualitas madrasah terus meningkat dan semakin kompetitif. Madrasah tidak kalah bersaing dengan sekolah dalam bisang sains. Terbaru, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong bahkan tahun ini menduduki peringkat kedua nasional berdasarkan Rerata Nilai UTBK.

Capaian ini diapresiasi Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, hal tersebut semakin menambah keunggulan madrasah, tidak hanya pada pengetahuan agama, tapi juga sains. 

Pria yang akrab disapa Dhani ini meminta madrasah tetap menjaga keunggulan dalam akhlak dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, prestasi bidang akademik bukan puncak dari tujuan pendidikan madrasah, karena lembaga pendidikan Islam ini memiliki aksentuasi dalam dua hal, sains dan agama.

"Kualitas memang dapat diukur dengan nilai, tetapi karakter dan akhlak siswa melebihi ukuran formil seperti itu," katanya di sela acara Pembinaan Dirjen Pendis Bagi Guru dan Tenaga Pendidikan di MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Kamis (3/6/2021).

Saat ini Kemenag telah memiliki 23 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia dengan prestasi sains yang membanggakan. Platform madrasah berasrama ini akan terus dikembangkan sebagai sekolah unggulan yang memiliki dimensi agama kuat.

MAN Insan Cendekia akan terus dibangun dengan model unggulan sehingga tidak akan diduplikasi terlalu banyak. "Mungkin akan sampai di jumlah 34 dengan sebaran merata di semua provinsi," katanya.

Ali Ramdhani berharap model madrasah berasrama menjadi pola pendidikan terpadu dengan pengasuhan dalam 24 jam. Dengan pola madrasah berasrama ini, guru tidak hanya dikerahkan dalam mengoptimalkan aspek pedagogis saja, tetapi juga kreatifitas mengasuh dengan sentuhan hati.

"Asesmen ini akan kita tindaklanjuti dengan program keprofesionalan berkelanjutan. Faktanya guru punya pekerjaan besar dalam metodologi pembelajaran yang harus berkembang," tambah Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Ali Ramdhani meminta guru terus belajar karena dengan itu akan menemukan keindahan generasi mendatang. Guru yang dinamis akan menjadi jawaban atas minimnya kreatifitas mengajar saat ini. Guru kreatif populasinya hanya satu persen sedangkan kebanyakan hanya guru-guru kurikulum.