Kemenag: MAN IC, Madrasah Pelopor Integrasi Ilmu Agama dan Sains

Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menggelar halal bihalal virtual bersama civitas akademika dari 23 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) di seluruh Indonesia.

Hadir dalam halal bihalal ini, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh. Ishom, serta Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Muhammad Zain.

M Ali Ramdhani menilai MAN IC sebagai madrasah pelopor dalam integrasi ilmu agama dan sains. “MAN Insan Cendekia menjadi pelopor upaya menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,” terang pria yang akrab disapa Dhani ini, Jumat (21/5/2021).

Kepada Civitas Akdemika, Dhani berpesan agar MAN IC dapat menempatkan etika Islam yang bersumber pada nilai-nilai universal al-Quran dan al-Hadis untuk menjiwai seluruh bidang keilmuan yang diajarkan. “Guru dan peserta didik dalam melakukan pengkajian dan pendalaman keilmuan dilakukan secara collaborative, critical thinking, creativity, dan communicative (C4) sehingga dapat diinterpretasi secara terus menerus seiring dengan perkembangan zaman,” pesannya.

Dhani berharap, MAN Insan Cendekia dapat melahirkan lulusan yang kuat akidah dan pengetahuan keagamaannya (tafaqquh fiddin), juga luas dan kritis pemikiran, serta moderat perilaku keagamaan. Hal itu juga ditunjang dengan penguasaan kompetensi yang ditargetkan. 

“Lulusan MAN Insan Cendekia diharapkan dapat beradaptasi dan mampu belajar dengan baik di perguruan-perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri dan bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat sehingga mampu meneguhkan dirinya sebagai sosok muslim yang rahmatan lil alamin,” tutupnya.