Kemenag Minta LP2M PTKI Buka Klinik Penelitian Dosen dan Mahasiswa

Bogor (Kemenag) --- Penelitian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), baik oleh dosen maupun mahasiswa, dinilai masih perlu ditingkatkan. Karenanya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) PTKI diminta untuk membuka Klinik Penelitian.

Hal ini ditegaskan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Suyitno pada pertemuan koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) PTKI tingkat Nasional di Bogor, Jumat (16/4/2021).

Menurut Suyitno, PTKI harus mampu menjadi lembaga kredibel yang dapat melakukan prediksi atas fenomena sosial, budaya, politik, dan keberagamaan, baik tingkat global maupun lokal. Untuk itu, diperlukan penguatan LP2M PTKI, salah satunya dengan mengembangkan “Klinik Penelitian” bagi para dosen dan mahasiswa. 

Klinik tersebut, kata Suyitno, selain melakukan kaderisasi peneliti dan memperkuat para mahasiswa yang sedang menulis skripsi, tesis, atau disertasi, juga memberikan bimbingan agar mereka dapat memperoleh proposal penelitian yang dapat melakukan prediksi dengan basis ilmu pengetahuan.

“Sudah saatnya, LP2M melakukan klinik proposal untuk menghasilkan rencana penelitian yang lebih meningkatkan mutu hasil penelitiannya, baik dari segi teoritik ataupun kemanfaatan bagi masyarakatnya. Tentu saja, hal itu tidak mengurangi dari tugas dan fungsi LP2M, di mana kurang lebih 70% menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian dan pengabdian,” ujar Suyitno yang juga Guru Besar UIN Raden Patah Palembang.

Hal senada sebelumnya disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhamad Ali Ramdhani. “Kita perlu memiliki kemampuan untuk memprediksi dan mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan. Ini menjadi tugas penting LP2M," ungkapnya.

Mantan Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Gunan Jati Bandung ini juga menekankan pentingnya LP2M untuk terus melakukan inovasi. Tanpa inovasi, lembaga tersebut akan tertinggal.

Rapat koordinasi LP2M tahun 2021 ini merupakan pertemuan luring perdana selama masa pandemi. Rakor digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Rakor antara lain membahas kebijakan penelitian berbasis keluaran (output) di PTKI.

Hadir juga Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu, Sudarso, yang menyampaikan materi secara daring. Rakor diikuti tim Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, para Wakil Rektor II, Kepala SPI, Kabag Perencanaan, Kabag Keuangan, dan Kepala Pusat Penelitian di lingkungan PTKI. (Naim-ME)