Kemenag: BOP Bantu Ringankan Biaya Operasional Pesantren

Ngamprah (Bandung) --- Sebanyak 435 pesantren di Bandung Barat telah menerima dan mencairkan Bantuan Operasional (BOP) Pesantren saat pandemi Covid-19. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat Ahmad Sanukri mengatakan bahwa BOP telah ikut meringankan biaya operasional pesantren di masa pandemi.

“BOP Covid ini sangat membantu meringankan biaya operasional pada masa pandemi. Dana ini dipergunakan untuk penyediaan handsanitizer, masker, kuota internet, dan insentif untuk para tutor,” terang Ahmad Sanukri saat ikut menerima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Bupati Bandung Barat, Senin (12/4/2021). 

Selain Pondok Pesantren, BOP Kabupaten Bandung Barat juga diberikan kepada 1.221 Madrasah Dinniyah Takhmilyah Awaliyah (MDTA) dan 1.018 Taman Pendidikan Al-Quran.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII Ace hasan Syadzily berharap BOP yang sudah diterima pesantren, MDTA, dan TPQ dapat dimaksimalkan fungsinya sehingga dapat berguna bagi masyarakat. "BOP ini ditunggu oleh pengelola, karena kondisi pandemi sangat memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat. Maksimalkan fungsinya agar kondisi pembelajaran tetap maksimal," tutur Ace.

Tampak hadir pada Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kabupaten Bandung Barat ini, Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Plt Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Rohmat Mulyana, Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Aceng Abdul Azis, dan Kasubdit Kelembagaan Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Kasran.