Khonghucu dan Penghargaan terhadap Perbedaan

Nabi bersabda, “Yang tidak susila jangan dilihat, yang tidak susila jangan didengar, yang tidak susila jangan dibicarakan, dan yang tidak susila jangan dilakukan.” (Sabda Suci Jilid XII,1:2)

Pesan Nabi mengajarkan umat manusia untuk berhati-hati dalam berucap dan bertindak sehingga jauh dari kesalahan yang berakibat menyinggung perasaan orang lain. Dalam pesan lainnya, Nabi bersabda, “Kalau berlainan dao - too, tidak usah saling berdebat.” (Sabda Suci XV , 40)

Perbedaan adalah khazanah beraneka ragam yang harus dijunjung tinggi dan dihormati. Hal ini sebagaimana kita melihat dan memandang para Nabi yang diturunkan ke dunia ini berasal dari berbagai bangsa. Dalam konteks ini, Khonghucu mengajarkan umatnya untuk menghormati para Nabi yang ada.

Tersurat dalam Sabda Suci VI : 8 bahwa, Nabi Kong Zi - Khong Cu bersabda, “Seorang jun zi - kun cu memuliakan tiga hal: memuliakan Tian ming – Thian bing, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan sabda para nabi.

“Seorang xiao ren - siau jien tidak mengenal dan tidak memuliakan Tian ming – Thian bing, meremehkan orang-orang besar dan mempermainkan sabda para nabi.”

Ajaran menghargai Nabi lain merupakan cerminan dari upaya menghargai iman dan agama orang lain. Terhadap agama lain, Khonghucu melarang melakukan kekerasan fisik bahkan tidak dianjurkan menyebarkan agama atau menjadikan orang lain untuk ikut dalam agama kita dengan melakukan tindakan kekerasan kendati mereka menyimpang dari ajaran Tuhan.

Kenyataan tersebut bisa kita lihat ketika salah satu murid mau menyerang mereka yang telah menyimpang dari ajaran, agama Khonghucu justru melarangnya. Dialog ini didapatkan pada Kitab Sabda Suci XII : 19  sebagai berikut:

Ji Kang Zi - Kwi Khong Cu bertanya tentang pemerintahan kepada Nabi Kong Zi - Khong Cu, “Bagaimanakah bila dibunuh orang-orang yang ingkar dari dao - too, untuk mengembangkan dao - too?”

Nabi Kong Zi - Khong Cu menjawab, “Kamu memangku jabatan pemerintahan mengapa harus membunuh? Bila kamu berbuat baik, niscaya rakyat akan mengikuti baik. Kebajikan seorang pembesar laksana angin, dan Kebajikan rakyat laksana rumput; ke mana angin bertiup, ke situ rumput mengarah!”

Dalam pesan lainnya,  Nabi Khonghucu mengatakan: “Balaslah kejahatan dengan kelurusan dan balaslah Kebajikan dengan Kebajikan.”

Ada lima hubungan kemanusiaan (Wu Lun) sebagai Jalan Suci yang harus ditempuh oleh setiap insan beriman, yaitu: hubungan pemimpin dengan bawahannya, orang tua dengan putra-putrinya, perkawinan yang sah antara suami dengan istri, kakak dan adik, dan hubungan yang baik antara kawan dan sahabat.

Seorang insan beriman, menurut ajaran Agama Khonghucu, wajib melaksanakan Jalan Suci sebagai jalan hidup benar dengan dasar TI, JIEN, YONG (Bijaksana, Cinta Kasih, Berani menegakkan kebenaran). Terima kasih

 

Ws. Lie.Suprijadi, SE,M.Ag (Rohaniwan Khonghucu)