Kloter 17 Terlambat Tujuh Jam di Embarkasi Adisumarmo

PIKDA 23/1 Boyolali-- Kedatangan jamaah haji kloter 17 asal Purworejo dan Kebumen terlambat tujuh jam dari waktu yang dijadwalkan di embarkasi Adisumarmo Surakarta. Kedatangan rombongan jamaah haji kloter 17 tiba di Bandara Adisumarmo Surakarta, Minggu (22/1) pukul 07.50 WIB terlambat tujuh jam dari waktu yang dijadwalkan pada pukul 00.30 WIB, kata Humas Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Donohudan, H Akhmad Su`aidi, SPd di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Minggu.

Menurut Su`aidi, memasuki hari ketujuh pemulangan hingga kloter 17 ini, jemaah haji yang sudah kembali ke daerah asal sebanyak 5.505 orang. Ia menjelaskan, hingga hari Minggu (22/1) pukul 03.00 WIB kedatangan kloter 18 asal Purworejo dan Kota Surakarta semestinya tiba di Badara Adisumarmo pukul 22.00 WIB, namun belum ada kepastian.

Salah satu jamaah haji kloter 17 yang juga anggota DPD asal Jawa Tengah, KH Ahmad Chalwani, Minggu, mengatakan, dirinya kecewa terhadap kinerja Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Ketika petugas itu tiba di Medinah, mereka justru mendahulukan Shalat Arba`in dari pada mengurusi barang dan jamaahnya yang belum tertata.

"Tolong penyelenggaan haji tahun depan Depag dan Depkes agar lebih selektif dalam merekut petugas," pintanya. Berdasarlan data yang dihimpun ANTARA melalui Sistim Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan, Minggu (22/1), tercatat jamaah haji asal Jawa Tengah yang meninggal dunia bertambah dua orang lagi. Dua orang jamaah yang meninggal antara lain, Sutarjo (77) asal desa Gerit RT 06/01 Tayu, Pati kloter 76 dan Madkhaeri (73) asal dusun Sidanegara Rt 04/02 Kedungrejo Cilacap kloter 46. Menurut data Siskohat tersebut, hingga sekarang jamaah haji asal Jateng dan DIY yang meninggal dunia di Arab Saudi sebanyak 50 orang. antara/pur(Republika)/myd