Konflik Agama Lebih Bisa Diselesaikan Di Tingkat "Akar Rumput"

Parapat (Pinmas)--Konflik antar umat beragama yang cukup sering terjadi di berbagai negara, dan bahkan berlarut-larut dinilai lebih bisa diselesaikan di tingkat "akar rumput" karena masyarakat jauh lebih siap untuk duduk bersama. "Konflik antar umat beragama sesungguhnya bisa diselesaikan melalui pendekatan budaya dan itu tentu dengan melibatkan masyarakat di ’akar rumput," ujar Ketua Sinode Gereja Protestante Timor Lorosae, Pdt. Fransisco Maria de Vasconcelos, di Parapat, Senin.

Di sela kegiatan seminar yang digelar dalam rangkaian Jubileum 50 Tahun Dewan Gereja Asia (CCA), ia mengatakan, konflik antar umat beragama akan dapat diatasi jika upaya penyelesaian dilakukan dengan melibat masyarakat yang berkonflik itu sendiri. Menurut dia, masyarakat di "akar rumput" jauh lebih siap untuk duduk bersama ketimbang para elit yang cenderung lebih menonjolkan ego masing-masing. "Pada level tertentu para elit agama sulit untuk duduk bersama, berbeda dengan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam konflik yang biasanya juga memiliki kedekatan geografis dan budaya dengan lawan konflik mereka," katanya. Ia meyakini kedekatan budaya akan menjadi solusi bagi penyelesaian berbagai konflik antar umat beragama yang sering terjadi di berbagai negara. Tokoh Kristen Protestan dari Timor Leste itu juga meyakini msyarakat di setiap daerah akan bisa disatukan melalui pendekatan budaya meski mereka berbeda agama.

"Masyarakat pada suatu daerah cenderung bisa menerima kondisi dan kedekatan mereka secara budaya meski agama mereka berlainan. Faktor budaya ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan konflik yang ada," tambahnya. Bagaimanapun, terangnya, konflik antar umat beragama harus bisa diselesaikan tanpa harus menimbulkan korban di pihak manapun. Masing-masing pihak harus mampu menahan diri dan melakukan setiap upaya menuju penyelesaian secara damai. "Masing-masing elit agama seharusnya juga bisa lebih sadar, tidak memaksakan ego serta lebih mengutamakan damai untuk kepentingan semua umat," katanya. (Ant/ts)