Kumpulkan LPTK, Kemenag Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru 

Bandung (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengumpulkan pengelola Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Pendidikan Profosi Guru (PPG) madrasah dalam jabatan.

Pertemuan ini digelar antara lain untuk evaluasi dan sharing pengalaman peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG ke depan. 

“PPG merupakan program prioritas yang telah diamanatkan undang-undang yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pendidikan profesi. Oleh karena itu, LPTK yang diberikan mandat menyelenggarakan program ini, harus melakukan treatment yang berbeda dibandingkan dengan perkuliahan mahasiswa regular,” ungkap Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana Sapdi saat berbicara para Peningkatan Kompetensi Pengelola Data PPG Madrasah, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/6/2022).

“Termasuk 9 LPTK PTKIN yang baru saja mendapatkan SK Penetapan Prodi PPG, harus segera belajar dengan cepat kepada LPTK yang sudah berpengalaman agar dapat menyelenggarakan PPG dengan matang,” lanjutnya.   

Pria yang akrab disapa Rohmat ini menyatakan, bahwa pemerataan kualitas guru di seluruh wilayah Indonesia harus mendapatkan perhatian. Oleh karenanya pada tahun 2023, PPG Pra Jabatan harus dapat dilaksanakan karena dapat mempersiapkan calon-calon guru muda yang berkualitas. 

“Orientasi dan tanggung jawab Program Panitia Nasional PPG tidak boleh hanya berkutat pada PPG Dalam Jabatan, akan tetapi harus segera mempersiapkan PPG Pra Jabatan. Karena satu-satunya jalan untuk mempersiapkan calon guru muda yang berkualitas adalah melalui skema PPG Pra Jabatan,” paparnya. 

“Ditjen Pendidikan Islam sepenuhnya akan fully support dalam hal peningkatan kapasitas termasuk pemenuhan anggaran yang memiliki relevansi dengan PPG ini,” tambahnya. 

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain menjelaskan, Tim Panitia Nasional PPG Kementerian Agama terus berupaya mengharmonisasikan penyelenggaraan PPG di LPTK yang berkualitas. Sebab, PPG adalah salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas guru madrasah. Penguatan kompetensi terhadap seluruh stakeholder penyelenggara PPG dapat melahirkan guru secara profesional, sekaligus juga untuk mencapai kualitas intelektual yang ideal.

Zain menambahkan, di era disrupsi ini, guru harus dibekali kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi yang tinggi. Sebab, di era yang serba tidak menentu ini, hanya kemampuan untuk terus berinovasi yang dapat membuat guru tetap eksis. 

“Orientasi pembelajaran PPG harus mengikuti dinamika perkembangan pedagogik baru dan metode pembelajaran kekinian. Maka penyampaian-panyampaian materi yang disampaikan oleh dosen harus kreatif, inovatif, dan moderat berbasis pendekatan Problem Based Learning (PBL) maupun Project Based Learning (PjBL), sehingga mampu melahirkan guru yang profesional yang bisa mengantarkan peserta didik mengukir prestasi yang terbaik,” ungkapnya. 

Selanjutnya, Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs, Mustofa Fahmi selaku ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti para Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Wakil Dekan II, dan Kaprodi PPG pada beberapa PTKIN. Giat ini merupakan sarana untuk mensinergikan kebijakan penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan di masing-masing LPTK. 

Dalam forum ini, lanjut Fahmi, beberapa Best Practices tentang PPG di sejumlah LPTK didiseminasi kepada Sembilan PTKIN yang baru memiliki prodi PPG. Beberapa aspek penting yang dibahas mencakup formulasi pola pembelajaran yang kreatif dan inovatif, tata kelola sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi sistem informasi, pembiyanaan dan hal lainnya. 

“Baik LPTK yang sudah berpengalaman ataupun LPTK yang baru diharapkan mampu bersinergi dan berkolaborasi melakukan Bench-Marking bagaimana strategi terbaik untuk memperoleh output program PPG yang berkualitas dengan mengutamakan sistem penjaminan mutu sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (MF)