Manfaatkan Potensi Agribisnis, MAN 4 Sleman Bekali Siswa Kemampuan Entrepreneur

Sleman (Kemenag) --- Persaingan usaha di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil membuat banyak madrasah berinovasi. Langkah ini ditempuh agar siswa yang mengecap pendidikan di madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik namun juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal siswa ketika terjun ke masyarakat.

Setelah diterpa pandemi Covid-19, banyak perubahan yang terjadi baik kebiasaan maupun pola pikir yang mengharuskan setiap orang berfikir lebih maju agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebiasaan baru sehingga dapat tetap survive di masyarakat.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman membaca peluang ini dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggali lebih dalam potensi yang ada di sekitarnya hingga mampu menjadi peluang usaha bukan hanya untuk bertahan hidup tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan.

“Sebagai Madrasah Keterampilan, MAN 4 Sleman memiliki kelas Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP),” terang Kepala MAN 4 Sleman Mohammad Yusuf, Sabtu (5/11/2022).

Kelas ini, menurut Yusuf, memberikan banyak masukan kepada siswa. Di sini siswa tidak hanya diajarkan bagaimana mengelola sesuatu menjadi produk tapi juga bagaimana memasarkannya sendiri hingga menjadi tambahan pemasukan bagi siswa itu sendiri.

“Kelas ini diharapkan dapat menjadi bekal siswa agar lebih kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar tempat tinggal siswa,” ujarnya lagi.

Senada dengan Mohammad Yusuf, guru pembimbing Nur Wahidin Al Aziz mengatakan bahwa kelas ini memberikan siswa ruang seluas-luasnya untuk berkreasi sesuai keinginannya. Sehingga, mereka dapat membuat banyak inovasi yang nantinya bisa berguna bagi banyak orang.

”Anak-anak diberikan kebebasan berkreasi, mengolah hasil agribisnis menjadi sesuatu yang menarik memasarkannya sendiri hingga akhirnya mereka jadi tau bagaimana sesuatu yang mungkin dianggap tidak berguna dapat bernilai tinggi setelah diberi sedikit sentuhan,” tutur Aziz.

Aziz juga mengatakan bahwa dari hasil survey yang dilakukan madrasah, tidak sedikit siswa di MAN 4 Sleman yang tidak berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan berbagai alasan.

Untuk itu, jelas Aziz, madrasah membekali keterampilan agar bagi siswa yang tidak melanjutkan kuliah dapat tetap produktif dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Adam, siswa kelas 11 yang mengikuti kelas APHP, mengaku senang dengan program yang diadakan pihak madrasah. Dalam kelas yang banyak memproduksi makanan kecil ini, Adam bisa berkreasi dan bisa langsung diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

”Ibu saya di rumah berjualan, dengan kelas ini saya bisa bereksperimen dengan beberapa bahan yang mungkin saja bisa nanti bisa menjadi tambahan varian untuk memperkaya usaha keluarga,” ujar Adam.


Gita, siswa lainnya yang juga mengikuti kelas APHP mengatakan bahwa beberapa hasil produksi langsung dipasarkan di lingkungan sekolah. Saat ini menurutnya para siswa masih mencoba memberikan berapa sentuhan agar dapat layak dipasarkan melalui sosial media dan merambah pasar lainnya.

”Kami belum pernah nyoba memasarkan dengan sosial media, tapi sudah terpikirkan. Kami mungkin masih harus belajar cara mengemas produknya agar lebih cantik dan dibuatkan konten agar dapat dapat menarik minat orang untuk membeli produk hasil karya siswa ini,” pungkasnya.