Maria Suri Teladan Iman & Tanda Keselamatan Tuhan

Perjumpaan Maria dan Elisabet sungguh merupakan suatu pertemuan dua pribadi yang akrab dan menggembirakan, membahagiakan dan membangkitkan semangat untuk memuji keagungan Tuhan. Dalam pertemuan Maria dan Elisabet, Tuhan sendiri hadir dan menyatukan, memberikan sebuah harapan, iman yang menghidupkan, dan menyelematkan. 

Sikap Maria dipuji oleh saudaranya Elisabet. Dan pada saat kunjungan Malaikat Gabriel itu, Maria dinaungi oleh Roh Allah. Dan mulai sejak saat itu, ia mengandung. Sebuah perjumpaan, ENCOUNTER (Sakramen, tanda keselamatan, Eduard Schillebeck) menjadi tanda karya keselamatan Tuhan. Dan sama halnya dengan semua orang yang dipanggil Tuhan menjadi anggota Gereja, mengagumi Maria sebagai suri teladan iman yang sejati, yaitu penyerahan dirinya secara total kepada kehendak Allah dapat mengalami karya keselamatan Tuhan.

Perayaan St. Maria Diangkat ke Surga dengan mulia merupakan salah satu bentuk pengakuan iman Gereja akan peran Bunda Maria dalam karya keselamatan Allah, maka Maria mendapatkan anugerah kemuliaan, diangkat ke surga dengan mulia. Allah yang sejak semula berkenan memilih Maria dan memberinya peran luhur dan mulia untuk mengandung dan melahirkan Yesus, pastilah Tuhan memperhatikan dan mempunyai rencana untuk Maria. Kemuliaan dan hidup bersama Putra-Nya di surga sangatlah pantas diberikan oleh Allah kepada Bunda Maria.  Dan atas dasar keyakinan ini jugalah kedekatan kita dengan Bunda Maria yang juga memberikan teladan iman, kesetiaan yang tangguh, dan penyerahan diri yang total kepada kehendak Allah. Semoga ini juga menjadi sikap dan cara hidup beriman kita yang dekat dengan Bunda Maria, agar perjumpaan kita dengan sesama manusia; apakah itu saudara atau pun yang lain, perjumpaan kita membawa kegembiraan dan kebahagiaan dalam Tuhan, dan dapat mendorong serta membuka hati kita untuk semakin memuji dan memuliakan Tuhan.

Pesta Maria diangkat ke Surga adalah pesta kita umat beriman. Pesta kemenangan Maria adalah pesta harapan bagi kita. Maria seperti kapal yang sudah melewati badai dan ombak kehidupan telah sampai ke ‘pelabuhan abadi’. Dan kita masih seperti kapal yang berada di tengah lautan kehidupan yang penuh dengan cobaan, gelombang ombak menuju ke pelabuhan abadi yang telah Tuhan janjikan bagi kita yang percaya. Maria, bersama dengan Yesus, telah memasuki surga keabadian itu dan memberikan harapan baru bagi kita, bahwa setiap orang yang percaya dan setia mengikuti Dia masuk dalam keabadian surgawi. 

Maria seorang manusia biasa yang karena cinta Allah dan imannya yang begitu besar, sungguh dimuliakan bersama Allah. Bagi kita hal ini berarti suatu harapan besar, bahwa kita pun bila setia kepada Allah, percaya akan karya penyelenggaran Tuhan dalam hidup kita akan dapat mengalami pemuliaan seperti Maria. “Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dan Tuhan, akan terlaksana,” (Luk. 1:46). Pesan Injil ini dan kesaksian hidup Bunda Maria menjadi pegangan bagi kita dalam mewujudkan rencana Tuhan dalam karya Gereja, pembangunan bagsa dan negara. Dalam memperingati HUT ke-77 tahun ini, kita diajak kembali untuk merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan spiritualitas bangsa menuntun kita untuk bersama pulih lebih cepat agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit  lebih kuat untuk membangun Indonesia lebih kuat dan maju ke depan. Tuhan beserta kita. Amin. 

Dr. Salman H. (Pembimas Katolik DKI Jakarta)


TERKAIT

Menghargai Jasa Veteran

Mencegah Ketakutan dan Kekhawatiran

Merawat Anak

Tempat yang Mencerahkan

Kaya di Hadapan Allah