Menag Buka Konferensi Internasional WAMY ke-11

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali membuka konferensi internasional pemuda muslim dunia, "World Assembly of Muslim Youth" (WAMY), ke-11 di Jakarta, Sabtu, yang mengusung tema "Pemuda dan Tanggung Jawab Sosial". Siaran pers WAMY yang diterima ANTARA News di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, sebelumnya acara itu direncanakan akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun kemudian dilimpahkan kepada Menteri Agama Suryadharma Ali. Pembukaan konferensi berlangsung di Jakarta Convention Center dan selanjutnya hingga 4 Oktober 2010 akan berlangsung di Hotel Sultan Jakarta. Konferensi itu akan dihadiri sekitar 700 cendekiawan muslim dan ahli filantropi dari 80 negara. Menurut Sekjen WAMY Dr Shalih bin Sulaiman Al Wohaibi, beberapa tokoh muslim dunia diundang dan diperkirakan hadir dalam acara itu. Mereka antara lain Syeikh Saleh bin Abdul Aziz bin M Alu Syeikh (Menteri Urusan Islan dan Wakaf Arab Saudi yang sekaligus juga Presiden WAMY), Syeikh Abdullah bin Sulaiman Al Mani` (Ketua Mahkamah Agung Arab Saudi), Jenderal Abdurrahman Adz Dzahab (mantan Presiden Sudan), Syeikh Isham bin Ahmad Al Basyir (mantan Menteri Agama Sudan), Syeikh Amru Khalid (ulama internasional) dan Syeikh Salman Al Audah (ulama internasional). Sebenarnya WAMY juga berencana menghadirkan ulama internasional kharismatik, Syeikh Yusuf Al Qardhawi ke Jakarta. "Namun karena kondisi kesehatan dan usianya yang sudah di atas 80 tahun, maka beliau menyatakan tidak sanggup hadir jika harus bepergian jauh. Kami sangat menyadari hal itu," kata Wohaibi. Dalam muktamar itu akan diselenggarakan seminar, diskusi, dan workshop yang fokus membincangkan dan merumuskan peran pemuda Islam dalam ranah sosial demi terwujudnya masyarakat madani, Menurut Mohaibi, hal itu disebabkan para pemuda di dunia menghadapi persoalan yang sama, di antaranya maslah fundamentalisme dan ekstrimisme agama, gaya hidup hedonisme, pornografi, seks bebas, dan kriminalitas. "Rekomendasi muktamar akan dikirim kepada pihak-pihak terkait seperti pemerintah maupun kementerian anggota WAMY, organisasi dan lainnya, Tugas terberat WAMY adalah melaksanakan hasil konferensi agar dapat diimplementasikan di lapangan," kata Wohaibi. Sementara itu, perwakilan WAMY Asia Tenggara Makmur Hasanuddin mengatakan, konferensi internasional ke-11 itu merupakan kelanjutan konferensi sebelumnya di Kairo, Mesir. "Tugas dan peran WAMY yang paling utama adalah mendidik dan membina para pemuda Islam. Selain itu, WAMY juga melakukan berbagai kegiatan sosial seperti pembangunan masjid dan sarana ibadah lainnya serta memberikan bantuan jika terjadi bencana," katanya. Sedangkan Direktur WAMY Indonesia Aang Suandi mengatakan, dalam melakukan tugasnya, WAMY memang lebih mengedepankan bekerja ketimbang banyak bicara, sehingga dikaui banyak pihak di Tanah Air yang belum mengenal WAMY. Suandi mencontohkan, ketika terjadi bencana di sejumlah tempat di Tanah Air, sehari atau dua hari kemudian, WAMY mengirim bantuan ke lokasi.(ant/ts)