Menag dan Gubenur DKI Lepas Peserta Kirab Maulid dari Istiqlal

Jakarta (Pinmas)--Hujan yang mengguyur Kota Jakarta pagi ini tidak menyurutkan para peserta gerak jalan Kirab Maulid Nabi yang dilepas Menteri Agama Suryadharma Ali dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Sabtu (19/2). Gerak jalan yang diikuti siswa-siswi Madrasah se-DKI Jakarta ini berjumlah lebih dari 5000 orang, dengan menempuh rute Mesjid Istiqlal, Jalan Vetaran Raya, Jalan Veteran III, dan kembali ke masjid Istiqlal menggunakan Jalan Merdeka Utara. Setelah melakukan gerak jalan, peserta kirab kembali ke Istiqlal dan akan ditutup dengan mendengarkan dakwah KH Zaunudin MZ. Sebelum acara puncak Maulid Nabi ini, panitia sudah melaksanakan berbagai kegiatan dan lomba seperti marching band, cerdas cermat, perkemahan pramuka, penulisan ilmiah, MTQ karyawan BPPMI, Marawis, Baca Rawi, Khitabah Remaja dan Kaum Ibu, Peragaan Manasik Haji, Santunan Anak Yatim, dan Haflah Al-quran. Dalam acara puncak ini, selain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, hadir pula Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga turut memberikan sambutan dalam pelepasan peserta gerak jalan ini. Menurut Suryadharma dalam sambutannya menjelaskan bahwa kirab ini merupakan simbol perjalanan hidup manusia yang masih panjang. "Untuk menempuhnya tentu harus punya bekal yang cukup, Bekal agama, pendidikan, budi perkerti dan lain sebagainya, supaya tujuan akhir kita tercapai dengan selamat," jelas Suryadharma. Lanjutnya, Suryadharma mengaja untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk benahi diri. "Kira merupakan simbol perjalanan hidup menuju akhir yang lebih baik," ujarnya. Lima Ribu Siswa Sekitar 5.000 siswa dari 80 madrasah tsanawiyah (Mts) dan madrasah aliyah negeri (MAN) melakukan kirab menyambut Maulid Nabi 1432 Hijriah pagi ini (19/2). Rombongan berangkat dari Masjid Istiqlal pukul 08.30 WIB menuju Bundaran HI melalui Jalan Medan Merdeka Utara dan kembali menuju Istiqlal melewati Jalan Medan Merdeka Selatan. Suasana cukup meriah karena ribuan siswa yang mayoritas berpakaian muslim putih-putih ini tidak hanya melakukan pawai, tapi juga menabuh rebana. Kegiatan ini tidak sampai membuat macet, namun arus lalu lintas di sekitar rombongan agak melambat karena pengguna jalan sebagian besar melambatkan laju kendaraannya ketika melewati rombongan pawai. Pengguna kendaraan juga diminta hati-hati ketika melewati rombongan ini.(TN/TI)