Menag Minta Amirul Hajj Pacu Semangat Petugas Terus Layani Jemaah Haji

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta delegasi Amirul Hajj dapat memicu semangat seluruh petugas untuk terus memberikan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

"Saya harap, para delegasi Amirul Hajj ini bisa menyuntik semangat seluruh petugas dalam melayani jemaah," kata Menag Yaqut saat Rapat Koordinasi Amirul Hajj 1443 H/2022 M, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/6/2022) malam.

"Petugas terus disuntik semangatnya untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia," tambah Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Gus Yaqut bersyukur operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M sampai saat ini berjalan lancar dan baik. Meski demikian, Pemerintah terus melakukan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik di masa mendatang.

"Pelaksanaan haji tahun ini, akan menjadi banchmark, bagi pelaksanaan haji berikutnya," tandas Gus Yaqut.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menyampaikan bahwa pelayanan kepada jemaah sampai saat ini dinilai masyarakat cukup baik. Terlebih, penyelenggaraan haji tahun ini perdana setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19.

"Ini layanan maksimal yang bisa kita berikan, dan akan kita terus perbaiki di tahun-tahun berikutnya," kata Zainut Tauhid.

"Mari kita bersama-sama, selaku delegasi Amirul Hajj, untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Baik dari sisi ibadah maupun aspek teknis penyelenggaraan," tegas Zainut Tauhid.

Tampak hadir, staf khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik  Wibowo Prasetyo, serta staf khusus Bidang Narasi dan Manajemen Internal Kelembagaan Abdul Rochman.

Hadir juga delegasi Amirul Hajj, terdiri atas: Muhammad Hilal Al Aidid (NU), Agus Taufiqurrahman (Muhammadiyah), Ali Hasan Bahar (UIN Jakarta), Arif Fachruddin (MUI), Uyun Kamiluddin (Persatuan Islam), Masyhuri Khamis Ahmad Kasim (Al Washliyah), Faisol Nasar (Al Irsyad), Mohammad Mukri Wiryosumarto (UIN Raden Inten Lampung), Muhammad Khoirul Muttaqin (Kementerian Koordinator PMK), dan Oscar Primadi (Kementerian Kesehatan).