Haji 2022

Menag: Pembimbing Ibadah Ditentukan Lebih Awal, Dilibatkan Manasik

Jeddah (Kemenag) --- Pembimbing ibadah menjadi salah sorotan dalam rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengaku masih menerima laporan tentang pembimbing ibadah yang tidak bekerja sesuai tusinya. Sehingga, jemaah yang sudah lama menunggu untuk bisa beribadah haji, tidak mendapatkan bimbingan dengan baik. 

Gus Men minta ke depan petugas pembimbing ibadah ditetapkan lebih awal, sebelum petugas yang lain. "Saya minta pembimbing ibadah ditetapkan lebih awal dan dilibatkan dalam manasik lebih awal agar para pembimbing ibadah dan jemaah sudah nyambung sejak awal sehingga lebih enak komunikasinya," ujar Menag usai memimpin rapat evaluasi di Kantor Urusan Haji di Jeddah, Sabtu (16/7/2022).

Hadir, delegasi Amirul Hajj, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, tim pengawas,  stafsus Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief beserta jajarannya, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Menag juga meminta agar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) lebih memperhatikan kesehatan jemaah haji. Program yang disusun juga agar disesuaikan dengan tingkat kesehatan jemaah.

Menurut Menag ini penting dilakukan dalam rangka bersama-sama menjaga kondisi kesehatan jemaah. Apalagi, setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tidak sedikit jemaah yang mengalami kelelahan.

"Temuan kita, masih banyak jemaah haji yang memaksakan diri melaksanakan ritual sunnah. Termasuk program dari KBIHU itu menurut kami perlu lebih memperhatikan kondisi jemaah," tandasnya.