Mengutuk Keras Aksi Biadab di Gereja Katerdal Makassar

Saya mengutuk keras kebiadaban yang terjadi di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido No 14 Kota Makassar, Minggu (28 Maret 2021). Saya berharap kepada seluruh pemuka agama, apapun agamanya untuk kembali menekankan kepada umatnya, kepada jamaahnya, bahwa tidak ada agama, apapun agamanya yang membenarkan umatnya untuk melakukan kekerasan, umatnya untuk melakukan indakan-tindakan teror atas alasan apapun. 

Agama selalu mengajarkan kita kasih sayang, agama mengajarkan kita semua kedamaian, dan mengajarkan kita semua untuk saling mencitai sesama manusia. Perilaku kebiadaban yang hari ini kita saksikan itu juga jelas bukan perilaku yang ditunjukkan oleh umat yang beragama. Oleh karena itu saya berharap kepada pihak-pihak keamanan, Kepolisian RI mengusut secara cepat dan tuntas kasus di Katedral Makassar ini agar tidak ada lagi kesempatan buat orang-orang seperti yang sedang, atau telah melakukan kebiadaan hari ini memiliki momentum atau kesempatan untuk mengulangi kembali. 

Kepada suluruh masyarakat saya berharap tidak ada ketakutan-ketakutan karena peristiwa hari ini. Karena justru ketakukan-ketakutan inilah yang mereka harapkan agar tertib sosial di tengah-tengah kita mereka mudah untuk hancur leburkan sehingga kekacauan yang besar akan bisa buat lebih mudah. Jangan pernah takut dan kita lawan kebiadaban ini bersama-sama.