Menikmati  dan Mensyukuri Pemberian Tuhan

Ada percobaan pada seekor kera, yang secara natural ternyata menyukai anggur. Otak kera dipasangi perangkat untuk melihat efek stimulasinya terhadap anggur.

Ketika melihat anggur, ‎otaknya sangat terstimulasi. Apalagi ketika anggur didekatkan padanya, ‎kemudian dipegangnya, dan‎ siap dimakan. Gelombang frekuensinya meninggi, terus naik dan naik. Tapi yang menarik, ternyata ketika sudah mengunyahnya, malah efeknya menurun.

Secara ringkas dapat diartikan, ‎kera merasa lebih termotivasi dan terstimulasi ketika “mengejar” anggur, ‎daripada ketika “memakannya”.‎

“As motivator, desire is more powerful than fulfillment. The pursuit of pleasure is often more facinating than the pleasure itself. It was not just the consumption, but also the anticipation is creating happiness.“ Pengejaran terhadap sebuah kenikmatan sering terasa lebih nikmat daripada ketika menikmati dan mensyukuri hal tersebut.

Imajinasi kita lebih kuat daripada kenyataan yang ada, mimpi kita lebih indah daripada hal yang sebenarnya, warnanya lebih indah dari aslinya. Keinginan kita terasa lebih kuat dan terasa lebih memotivasi daripada ketika sudah mendapatkannya.

Dalam kehidupan ini, sering kita lihat pengejaran kita te‎rasa menjadi hambar ketika telah mendapatkannya, ‎yang terasa “hanya begitu saja.” Pengejaran hanya akan menghasilkan pengejaran berikutnya yang tiada habisnya.

Sewajarnya kita harus belajar bersyukur dan menikmati apa yang telah kita miliki sekarang, apakah itu keluarga, pekerjaan, usaha dan lain-lain. Dengan demikian, rasa syukur akan mengubah mindset kita, bahwa tujuan dari semua yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Apa yang kita peroleh saat ini adalah anugerah Tuhan yang sepantasnya disyukuri dan dipertanggungjawabkan.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita,” (Kolose 3:17).

Selamat beraktivitas, Focus on God, jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya senantiasa kepada kita semua. 

Pendeta David Tigau, S.Th. M.Th. (Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kasih Kristus Simpang Raya, Kutai Barat, Kalimantan Timur)