Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Hari ini kita merayakan Paskah, Hari Kebangkitan Yesus. Tuhan melaksanakan karya penyelamatan dengan menebus dosa-dosa manusia melalui wafat dan kebangkitan-Nya. Di hari yang bahagia ini, kami menghaturkan selamat Paskah, semoga Tuhan melimpahkan berkah.

Injil hari ini mengisahkan peristiwa kebangkitan Yesus yang dialami Maria Magdalena dan beberapa murid Yesus. Maria Magdalena melihat makam Yesus yang telah kosong dan menyimpulkan bahwa tubuh Yesus diambil orang. Mendengar berita itu, Petrus dan murid lainnya berlari menuju makam. Petrus mendahului yang lain untuk masuk ke makam dan melihat keadaan di dalam: kain kafan yang terletak di tanah dan kain peluh yang berubah posisi dan sudah tergulung.

Murid yang lain sebetulnya mendahului Petrus menuju makam, namun baru memasuki makam setelah Petrus. Petrus dan murid lainnya menjadi saksi kebangkitan Yesus, meskipun saat itu mereka belum sungguh-sungguh bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Pengalaman mereka menjumpai makam Yesus yang kosong membangun semangat dalam diri mereka. Kendati dipisahkan oleh ruang dan waktu antara zaman ini dengan zaman Yesus.

Masa Prapaskah sudah kita jalani sebagai masa pertobatan dan masa Paskah kita rayakan dengan menjalani hidup baru sebagai saksi kebangkitan Yesus bagi seluruh alam ciptaan. Yesus menghapus dosa-dosa manusia dalam peristiwa penyaliban-Nya dan mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya. Allah yang mengasihi umat manusia telah mengorbankan Putera Tunggal-Nya untuk mati di salib dan mengalami kebangkitan.

Rasa syukur akan tindakan kasih Allah dapat kita rayakan dengan mengasihi alam ciptaan. Kita sering memandang lingkungan alam sebagai objek, sehingga berpotensi memperlakukan unsur-unsurnya secara sembarangan. Mungkin juga kita menganggap orang lain lebih rendah sehingga cenderung meremehkan dan menyakiti hatinya. Dengan rasa syukur kita akan kebangkitan Tuhan, kita dapat menjalani habitus baru bersama Yesus.

Makam Yesus yang kosong menjadi awal bagi perjalanan iman para murid akan Yesus yang bangkit. Iman menghantar mereka pada pintu menuju perjalanan hidup yang luar biasa. Mari kita juga berani menyediakan diri untuk memasuki kehidupan yang baru bersama Yesus.

Marilah kita menyatukan langkah dalam semangat Kebangkitan Yesus untuk menghidupi perjalanan iman dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Marilah kita ambil bagian dan terlibat dalam pembangunan bangsa tercinta.

A.H. Yuniad (Kasubdit Penyuluhan)


TERKAIT