Muhasabah Nuzul Al-Qur'an: Ayo Membaca Al Qur'an

Saat ini kita sudah melewati pertengahan Ramadan, tepat 17 Ramadan 1442H. Tanggal ini dipahami sebagai waktu terjadinya peristiwa Nuzulul Qur'an (turunnya Al Qur'an).

Peristiwa ini sering diperingati dengan semarak. Selain masjid dan musalla, bahkan istana negara juga menggelar peringatan Nuzulul Al-Qur'an. Karena pandemi, peringatan Nuzulul Quran dalam dua tahun terakhir digelar secara berbeda. 

Inti peringatan Nuzulul Qur’an adalah agar umat Islam mengambil hikmah/ibrah atas turunnya Al-Quran. Dengan begitu, umat diharapkan menjadi semakin dekat dengan Al-Qur'an, semakin rajin membaca, mentadabbur makna, dan mengamalkannya. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ  

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).  (QS. Al Baqarah: 185)

Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekedar perayaan. Momen ini diperingati dengan harapan melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, yang mau membaca, mempelajari, mentadabbur dan mengamalkan kandungannya.

Sangat disayangkan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mampu membaca Al-Qur'an. Bukan hanya anak-anak, mereka yang sudah dewasa juga banyak yang belum bisa membaca Al-Qur'an. 

Hal ini misalnya bisa dilihat saat tes baca Al-Qur'an bagi para calon peserta Pilkada dan pemilihan legislatif di Aceh, sebagian masih ada yang belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Begitu juga saat uji baca Al-Qur'an bagi calon pengantin di KUA.

Ayo belajar, karena tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur'an. Ayo bersahabat dengan Al-Qur’an. Caranya, dengan terus membaca dan mempelajarinya, tidak hanya dibaca ketika momen tertentu saja. Sehingga tidak ada jarak antara kita dan Al Qur'an.

Al-Quran adalah pedoman hidup umat Islam, obat penyejuk dan penenang hati. Setiap huruf yang dibaca, mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT. 
Pemerintah beberapa tahun lalu sudah mencanangkan program wajib mengaji setelah magrib. Menjadi tugas orang tua untuk mengontrol dan memotivasi anaknya untuk terus mengaji.  Jika ini berjalan, ke depan tidak ada lagi generasi umat Islam Indonesia yang tidak mampu membaca Al-Qur'an. Akan lebih baik lagi jika lahir generasi Qur'ani. 

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.”

Kalau Mau Bahagia, Bacalah Al Qur'an
Al-Qur'an juga membawa kita kepada kebahagiaan. Allah berfirman: 

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ  لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ   

29.  Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, 30.  agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (QS Fathiir: 29-30).

Mari perbanyak membaca Al-Qur’an, apalagi saat Ramadan, bulan yang penuh keagungan dan kelebihan. Ulama terdahulu, misalnya Imam Malik r.a, meliburkan majelis ilmu selama Ramadan, supaya bisa fokus untuk Al-Qur’an dan ibadah lainnya. Hal ini juga dilakukan di Universitas Al-Azhar, Kairo. Imam As Syafi'i Rahimahullah juga mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali selama Ramadan.

Mari hiasi Ramadan dengan membaca Al-Qur’an. Peristiwa Nuzul Qur'an tidak sekedar dirayakan secara seremonial, tapi dijadikan upaya membudayakan untuk membaca Al-Qur'an baik di rumah, kantor, masjid/mushalla, sekolah dan tempat kita bekerja.

Rasulullah bersabda, “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]

Insya Allah, semakin sering membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, semakin besar harapan kita untuk mendapatkan syafa’at dan keberkahan dari Al-Qur’an di hari kiamat. Ke depan, semoga tidak ada lagi generasi umat muslim Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an.

Mulailah dari sekarang membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an akan menenteramkan hati dan pikiran, sehingga kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup ini. Jangan biarkan Ramadan berganti hari tanpa ada bacaan Al-Qur'an. Sesibuk apapun targetkan pada Ramadan kali ini untuk mengkhatamkan membaca Al-Qur'an, minimal sekali. 


TERKAIT

Keutamaan Membaca Al-Qur'an