Nakes Klinik Kemenag Dilatih Pemeriksaan Antigen dan PCR

Jakarta (Kemenag) --- Tenaga Kesehatan Klinik Kementerian Agama dilatih dalam pemeriksaan Antigen dan PCR. Selain itu, mereka juga dilatih dalam operasional ambulance.

Pelatihan ini digelar oleh Klinik Pratama, Biro Umum, Setjen Kemenag. Pelatihan dijadwalkan berlangsung tiga hari, 28 - 30 Oktober 2021.

Bersamaan itu, dilakukan juga evaluasi pelaksanaan vaksinasi bagi ASN Kementerian Agama.

Ketua Gugus Tugas Kemenag yang juga sebagai Kepala Biro Umum, Fesal Musa'ad menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatan kompetensi tenaga medis Klinik Pratama Kemenag. Itu semua demi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kementerian Agama.

Selain itu, Kemenag juga terus melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Kegiatan hari ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan proses pencegahan dan ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Fesal Musaad, di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Menurut Fesal Musaad, dua tahun masa pandemi Covid-19, tercatat ada 647 ASN Kemenag yang menjadi penyintas Covid-19. Ada 7 ASN yang  meninggal. Dia menegaskan, ikhtiar pencegahan penyebaran Covid-19, dilakukan secara lahir dan batin. Ikhtiar lahir dan batin, menjadi kunci memutus mata rantai Covid-19. Kita harus terus waspada dan berhati-hati karena saat ini masih dalam suasana pandemi," tegas Fesal Musaad.

Ikhtiar lahir yang dilakukan Kemenag, dari pusat hingga daerah, kata Fesal adalah melalui program vaksinasi ASN, pemberian vitamin dan suplemen, serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan, dan lainnya.

"Sosialisasi Prokes 5M plus 1D, dari pusat hingga daerah, terus kita lakukan," kata Fesal Musaad.

Adapun untuk ikhtiar batin, itu dilakukan dengan terus melangitkan doa, agar covid-19 segera berlalu. "Saya harap, dua kata kunci ini, ikhtiar lahir dan batin, terus kita jaga dan terus kembangkan dalam memutus mata rantai Covid-19," harapnya.

Fesal Musaad mengajak agar seluruh ASN Kemenag terus menyalakan semangat, berdoa, berusaha, menyebarkan semangat optimisme, kepedulian untuk menyelematkan masyarakat dari covid-19.

"Terus tingkat kedisiplinan Prokes secara massif di lingkungan Kemenag dengan melibatkan penyuluh agama sampai daerah. Vaksin bukan pilihan, tapi kebutuhan," kata Fesal Musaad.

Kabag Perlengkapan, Pemeliharaan BMN, dan Layanan Kesehatan, Zulfan Syarif Supriadi Hasibuan berharap kegiatan ini dapat menjadi evaluasi bagi Kemenag dalam penanganan Covid-19.

"Semoga kita semua dalam kesehatan," tutup Zulfan Hasibuan.