Ongkos Naik Haji 2007 Ada Kemungkinan Masih Naik

Pikda, Kendari (25/10) - Ongkos naik haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2007 (Desember 2006) masih ada kemungkinan naik meskipun Departemen Agama telah melakukan berbagai efisiensi. "Tidak bisa dijamin. Banyak faktor eksternal terhadap BPIH yang sulit diantisipasi seperti juga pada penyelenggaraan haji 2006 ini," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni sebelum pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur, para pejabat daerah sipil dan militer, tokoh agama dan masyarakat se-Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa.

Faktor eksternal tersebut, ujarnya, seperti harga bahan bakar minyak (BBM) dunia yang meningkat tajam, sehingga membuat biaya penerbangan yang merupakan 45 persen dari BPIH ikut naik. Faktor lainnya, lanjut dia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang merosot sehingga biaya-biaya haji khususnya biaya luar negeri menjadi mahal. Ia mengakui, nilai saldo penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun yang cukup signifikan seharusnya bisa menurunkan BPIH yang harus dibayar calon jemaah haji, namun berhubung faktor-faktor eksternal tersebut, biaya haji yang seharusnya turun tidak terpengaruh dan malahan naik.

Saldo penyelenggaraan haji 2005 yang sedikitnya mencapai Rp122 miliar, menurut Menteri yang baru menjabat setahun yang lalu itu, berasal dari sejumlah efisiensi, seperti dana bagi fasilitas "tamu", adanya potongan, serta cadangan dana bagi kebutuhan lainnya yang tidak terpakai.

"Tahun lalu para pejabat dan orang-orang tertentu tidak jadi datang ke tanah suci, padahal sebenarnya ada uang untuk fasilitas `tamu`, sehingga didapat efisiensi," katanya. Selain itu, efisiensi penyelenggaraan haji 2005 juga terjadi pada harga sewa rumah di Madinah yang sebelumnya 500 Riyal per orang dikorting menjadi 450 Riyal sehingga ada efisiensi 50 Riyal, ujarnya.(midzy)