Pancasila, Falsafah Hidup Bangsa dan Negara

Hari ini, Selasa Pon, 1 Juni 2021. Pancasila sebagai falsafah bangsa dan negara diperingati. Sejarah telah mencatat sebagai sebuah bukti.

Dengan Pancasila, bangsa Indonesia  bisa damai. Meski berbeda suku dan agama, tetap tidak bertikai. Bahkan bangsa lain ingin meniru, penuh apresiasi. Sebagai kalimatun sawa' yang sarat dengan nilai tinggi.

Pancasila tetap harus menjadi sumber nilai. Bukan hanya dihapal tapi harus direalisasi. Dengan cara infiltrasi nilai ke dalam diri pribadi. Penuh semangat untuk kebaikan NKRI. Supaya bangsa ini bisa berpartisipasi tanpa henti. Ciptakan hidup dan kehidupan bermartabat tanpa henti.

Peringatan Pancasila ini perlu ditindaklanjuti. Dengan tindakan riil yang bisa menjadi bukti. Mungkin bisa sama-sama melakukan sebuah evaluasi. Saling koreksi apa yang masih belum bisa terjadi.

Membumikan nilai Pancasila  dalam kehidupan sehari-hari. Baik oleh orang biasa, para petinggi, baik sipil maupun TNI dan polri. Supaya ajaran yang terkandung dalam Pancasila bisa menginspirasi. Menjadikan kita semua sebagai bangsa yang sangat peduli. Terhadap mereka yang perlu dibantu dengan cara manusiawi.

Bong Karno, Bung Hatta, Kiyai A. Wahid Hasyim dan masih banyak lagi. Mereka para pendiri bangsa dan negara RI. Kami para generasi penerus perlu ucapkan terima kasih. Merekalah yang sudah banyak memberi kontribusi. Membangun pondasi pedoman dan falsafah bangsa ini. Salah satu yang terpenting bagi kehidupan kini. Dengan Pancasila negara Indonesia tetap akan berdiri. Sampai bila pun tetap tegak tidak tergoyahkan sama sekali.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia telah memberi petunjuk kepada kita semua. Melalui kreativitas para pendiri bangsa dan negara Indonesia.

 

Malang, 1 Juni 2021

'Abd Al Haris Al Muhasibiy (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)