Paper IAIN Bone Terbaik di Muktamar Pemikiran Mahasiswa Nasional I PTKI 2022

Bone (Kemenag) --- Mahasiswa IAIN Bone meraih prestasi dalam Muktamar Pemikiran Mahasiswa Nasional I Perguruan Tinggi Keagama Islam (PTKI) se-Indonesia. Muktamar berlangsung di IAIN Ponorogo, Jawa Timur, 6 - 7 September 2022.

Muktamar Call of Paper bertajuk Peran Mahasiswa dalam Mengawal Moderasi Beragama di Indonesia ini diikuti ratusan mahasiwa dari seluruh PTKI yang ada di Indonesia.

Hasilnya, dua paper dari mahasiswa IAIN Bone berhasil lolos seleksi dan dipresentasikan. Paper pertama berjudul 'Model Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa dalam Membentuk Komunitas Toleran pada Era Sociery 5.0' karya tiga mahasiswa IAIN Bone yakni Fitriani, Lisa Anggryani dan Ayu Ariska. Tim ini berhasil meraih best article.

Paper mahasiswi IAIN Bone Prodi Ekonomi Syariah semester 8 ini nantinya akan diterbitkan di jurnal terakreditasi nasional. Fitriani salah seorang penulis paper mengaku bersyukur bisa ikut berkompetisi dengan mahasiwa dari kampus lain di Indonesia.

"Saya sangat bersyukur disupport oleh kampus mengikuti kegiatan ini. Senang bisa berkompetisi, bertukar pikiran dan bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa kampus lain di kegiatan ini yang tentunya membuka wawasan kita terkait kehidupan kampus, kompetisi dan moderasi beragama," ujarnya, Jumat (16/9/2022). 

Sementara itu Jumadi, mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam semester 8, dengan papernya yang berjudul 'Relasi Kuasa Organisasi Intra Kampus dan Moderasi Beragama (Telaah Pemikiran Michel Foucault)' akan diterbitkan dalam buku antologi.

Bagi Jumadi, kegiatan seperti ini merupakan ajang yang bisa melatih kemampuan mahasiswa dalam menulis dan berpikir kritis.

"Kegiatan ini tentu adalah ajang yang bisa mengembangkan skill terutama dalam bidang kepenulisan di era meta data saat ini. Wacana dan gagasan untuk pengembangan institusi akan sangat membantu. Menjadi bahan diskursus perkembangan kedaerahan, khususnya wacana moderasi beragama," terangnya.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan dengan topik yang aktual dan kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan dengan grand tema yang berbeda dan tentunya aktual untuk dikaji. 

"Saya juga berharap IAIN Bone juga bisa melakukan hal serupa demi melahirkan intelektual mahasiswa IAIN Bone di kancah nasional khususnya dalam bidang karya tulis," harapnya. (Jalil)