PBAK 803 Mahasiswa STAIN Madina, Bupati: Jadilah Perisai Keharmonisan

Madina (Kemenag) ---- Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) Sumper Mulia Harahap menyambut 803 mahasiswa baru Angkatan 2022/2023 program sarjana dengan menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

PBAK 2022 ini berlangsung di Lapangan STAIN Madina, Panyabungan dengan mengangkat tema "Menumbuhkan Sikap Moderat, Kreatif, dan Inovatif untuk menciptakan generasi unggul". Hadir, Bupati Madina HM Jafar Sukairi Nasution, Kapolres Madina AKBP HM Reza CAS, Ketua Pengadilan Agama Hasanuddin Hasibuan, Kepala Kankemenag Madina, Permohonan, Ketua MUI Madina HM Nasir, Waka I Dedisyah Putra, Waka II Kasman, dan Waka III Irma Suryani Siregar.

Sumper Mulia Harahap menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru di Kampus STAIN Madina. Sumper berharap mahasiswa baru dapat cepat beradaptasi dengan dinamika pembelajaran yang akan dilalui.

"Saya senang dan bangga melihat mahasiswa baru semua. Melalui kegiatan PBAK ini, saya harapkan seluruh civitas akademika turut ikut andil dalam menciptakan proses akademik yang baik, agar kampus kita unggul dan kompetitif baik ditingkat nasional maupun internasional,” kata Sumper Mulia Harahap.

Sumper Mulia menyampaikan bahwa sekecil apapun prestasi yang ditorehkan mahasiswa akan meningkatkan daya saing kampus di tingkat lokal, nasional, dan bahkan internasional. Sumper juga meyakini mahasiswa-mahasiswi STAIN Madina merupakan generasi penerus bangsa yang bisa memanfaatkan kesempatan untuk mencapai yang dicita-citakan.

Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STAIN Madina Tahun 2022

Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution menyampaikan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan utamanya di Mandailing Natal. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan perubahan kebaikan bagi masyarakat terkait pengembangan pendidikan.

“Saya sangat mendukung Ketua STAIN Madina, yang terus memperjuangkan kelembagaan ini. STAIN akan terus kita dorong menjadi Institut hingga nanti menjadi Universitas,” kata Jafar Sukairi Nasution.

Jafar Sukairi Nasution juga menjelaskan bahwa transformasi kelembagaan ini akan tercapai dengan syarat semua elemen harus bekerjasama dengan baik.

Selain itu, lanjut Jafar Sukairi Nasution, terkait membangung keharmonisan di Kabupaten Madina, pihaknya akan terus menggandeng semua eleman, utamanya kampus STAIN Madina yang memiliki orang-orang terdidik yang bisa menjadi perisai dari sisi dunia pendidikan.

“Kita semua harus sama-sama menjaga keharmonisan yang sudah terbangun di Madina. Andil dari adik-adik mahasiswa STAIN Madina tetap kami butuhkan untuk membangun Madina yang lebih baik,” tandas Jafar Sukairi Nasution.