Pembangunan Madrasah Internasional Dumai Mulai Tahun ini

Jakarta, 20/2 (Pinmas)-- Pembangunan madrasah bertaraf internasional di kota Dumai, Riau mulai terealisir pada tahun 2008 ini, direncanakan pada tahun depan sudah menerima siswa baru. Untuk itu diharapkan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni. "Tahap pertama kita bangun 6 lokal yang menampung 150 siswa Madrasah Aliyah," kata Kepala Kanwil Depag Riau, Abdul Gafar Usman kepada pers di Jakarta, baru-baru ini. Menurut dia, sesuai master plan diatas tanah 60 hektar itu akan didirikan madrasah internasional terpadu mulai dari ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Gafar mengatakan masyarakat Riau khususnya Dumai sangat bersyukur dan merespon sekali pendirian madrasah bertaraf internasional di wilayahnya.

"Untuk itu Pemda baik provinsi dan kota Dumai menyatakan siap secara materi dan fisik," ujarnya.Adapun anggaran pembangunan madrasah itu, lanjutnya, akan menelan dana Rp 70 milyar, merupakan sharing Pemda kotamadya Dumai dan Departemen Agama. "Dalam MoU (memorandum of understanding) antara Pemda Dumai dan Depag ada hak dan kewajiban," tambahnya. Keberadaan madrasah ini, harap Gafar, dapat ikut membangun citra dan kualitas pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu SDM di Dumai dan wilayah sekitarnya.

“Pemerintah Daerah dan masyarakat telah siap untuk melaksanakan program ini, bahkan APBD Dumai 2008 telah mengalokasikan dana awal untuk pembangunan pisik madarasah ini,” tambahnya lagiSebelumnya secara terpisah Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali mengatakan, pihaknya mengembangkan MAN bertaraf internasional ini seperti model MAN Insan Cendekia yang telah ada di Serpong dan Gorontalo.

Nantinya diharapkan, di setiap propinsi sekurang-kurangnya ada satu MAN bertaraf Internasional yang akan mendidik anak-anak dari kabupaten-kota madya di propinsi itu untuk menjadi insan-insan yang berwawasan keagamaan cukup bagus, mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam Yang baik, bermoral tinggi dn intelektualitasnya juga bagus.Siswa-siswa yang masuk madrasah internasional ini. Kata Ali, diutamakan bukan karena latar belakang ekonomi dan latar belakang sosialnya, tapi potensi yang bersifat intelektualnya. Potensi inetelktualnya tinggi, walaupun dia keluarga kurang mampu, tetap mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di madrasah ini.

“Tanpa program seperti ini, tidak akan pernah kesempatan orang-orang dari lapisan ekonomi bawah yang memperoleh pendidikan yang baik,” ucapnya.Adapun tujuan utama dari madrasah internasional ini adalah Scien and Technology Equity Programe, maka siswanya dibiayai oleh pemerintah daerah sementara fasilitas dan operasional dibiayai oleh Dirjen Pendidikan Islam. (ks)