Perkuat Kompetensi Pendidik MAN IC, Kemenag: Madrasah Inovatif dari Guru Kreatif

Bogor (Kemenag) --- Guru sangat menentukan kualitas pembelajaran dalam kelas. Mereka dapat mengajak anak didik berpetualang dan berimajinasi, namun juga bisa menjadi pribadi menakutkan dan membosankan.

"Guru harus dapat menciptakan suasana nyaman dalam kelas. Sehingga, anak didik dapat menghirup udara kebebasan di madrasah," tegas Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain dalam acara Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Bogor, Rabu (5/5/2021).

“Maka kewajiban guru untuk bisa menjadi teladan kebaikan. Madrasah inovatif dari guru kreatif," sambungnya.

Zain mengatakan bahwa guru harus kreatif dan tidak mudah mengeluhkan persoalan yang dihadapi. Kreatif adalah tingkat kemampuan berpikir paling tinggi di bawah jenius, setelah cerdas, bertalenta, cemerlang, dan expert. “Maka jadilah guru yang kreatif,” ajaknya.

Menurut Zain, pelayanan yang baik hanya bisa dilakukan oleh orang dengan kompetensi yang baik pula. Di era digital, guru dituntut untuk mengusai banyak hal.

“Kemampuan IT adalah penting dalam menyiapkan materi ajar yang menarik. Karena materi yang tidak menarik akan ditinggal siswa,” tutuenya.

Merujuk buku Timothy D. Walker yang berjudul Teach Like Finland, Zain memaparkan beberapa bagian dari 33 strategi mengapa para siswa di Finlandia sukses dalam belajar. "Salah satunya adalah faktor  cara berfikir guru yang textbook thinking. Berfikir dengan pola yang tertulis dalam teks panduan yang selalu update dan memiliki referensi jelas yang kompeten," paparnya.

Kegiatan ini berlangsung tiga hari, 5-7 Mei 2021. Acara ini diikuti 40 peserta, semuanya adalah para guru MAN Insan Cendikia dari berbagai provinsi.