Rakor SBSN Madrasah, Dirjen Pendis Ingatkan Soal Amanah

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengumpulkan para Madrasah calon penerima bantuan dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2023. Program ini digulirkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan akses dan mutu Madrasah. 

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengingatkan para Kepala Madrasah supaya amanah dan tidak sengaja mengambil jalan yang salah. Ia mengatakan dalam proses SBSN Madrasah TA-2023 akan ada pengawasan yang sifatnya melekat.

“Jadi bapak-ibu sekalian saya minta jangan sengaja mengambil jalan yang salah. Sehingga dalam proses pelaksanaan SBSN Madrasah nantinya ada pengawasan yang melekat (CCTV), disamping ada pengawasan malaikat,” terangnya di Jakarta, Rabu (6/9/2022).

Melalui peningkatan kualitas sarana prasana, pria yang akrab disapa Kang Dhani ini berharap pembelajaran di madrasah semakin aman dan nyaman. Hal itu akan berdampak dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual peserta didik sehingga meningkatkan mutu pembelajaran. 

Hal senada disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh. Isom. Dia menginginkan ada korelasi positif antara kualitas gedung dengan prestasi guru dan siswa madrasah penerima SBSN TA-2023. “Salah satu indikator madrasah penerima SBSN di antaranya prestasi. Jadi ketika gedung sudah bagus, prestasi guru dan siswa harus terus ditingkatkan. Dengan begitu ada korelasi gedung yang megah berdiri dengan prestasi,” jelasnya.

Menurut Isom, madrasah saat ini sudah bisa bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. “Prestasi banyak diraih oleh siswa-siswi madrasah, pembangunan akses dan mutu terus menerus diperbaiki sehingga sangat memungkinkan madrasah dikenal dunia,” pesannya.

Kepala Subdirektorat Sarana-Prasarana KSKK Madrasah Abdul Rouf menambahkan, rapat koordinasi dengan calon penerima SBSN TA-2023 dimaksudkan agar pelaksanaan proyek pengembangan akses dan mutu bisa lebih akseleratif. ”Kami mengundang calon penerima SBSN 2023 lebih awal karena ingin dalam pelaksanaan proyek ini nantinya lebih akseleratif, juga untuk memitigasi kendala dan hambatan proyek sukuk negara ini,” terangnya.

“SBSN ini pelaksanaannya terbatas karena menggunakan sistem single year. Dalam kurun waktu satu tahun madrasah sudah jadi dan bisa dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Jadi kami ingin terbuka terkait SBSN sehingga bisa dinikmati madrasah lebih luas,” terangnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Rouf berharap SBSN TA-2023 bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, “Kami berharap proyek sukuk syariah ini sukses lahir-bathin, tidak ada yang mangkrak dan nirprestasi. Amanah SBSN 2023 bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan rapat koordinasi SBSN Madrasah narasumber dari Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Nasional. Kegiatan kali ini juga mengundang Jabatan Fungsional Tertentu bidang pengembangan teknologi, sarana dan prasarana Kantor Wilayah Kementerian Agama. (m.a.k)