Rapat Evaluasi PPIH-DPR Bahas Soal Pemondokan Jamaah

Jeddah -(17/01) PIKDA- Rapat evaluasi tentang penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi dengan Tim Pengawas Haji DPR antara lain membahas masalah pemondokan jemaah haji dan ditiadakannya Madinatul Hujjaj.

"Jemaah harus menyadari juga bahwa kelebihan muatan yang dibawa dalam pesawat akan mempengaruhi keselamatan penerbangan," katanya di sela-sela rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Jeddah, Senin.

Menurut dia, keselamatan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama sehingga pihak penerbangan tentu tidak akan memaksakan untuk terbang jika pesawatnya tidak benar-benar siap. Hal itu, katanya, untuk menghindari kemungkinan terburuk karena prinsipnya keselamatan jemaah harus benar-benar dijaga.

Berkaitan dengan barang bawaan jemaah, Malik Fadjar mengatakan, barang-barang hasil sortir (karena kelebihan) akan diurus perusahaan kargo Al Munif. Untuk itu, jemaah diimbau agar mematuhi ketentuan barang bawaan seberat 35 kilogram di bagasi dan barang bawaan satu tas jinjing dan satu jerigen air zam-zam seberat lima liter untuk di kabin.

"Dengan membawa barang sesuai ketentuan yang ada diharapkan semua akan berjalan lancar," katanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, barang-barang bawaan jemaah hasil sortir oleh perusahaan kargo Al Munif terlihat menumpuk dan siap dibawa ke gudang perusahaan kargo tersebut. Para jemaah banyak yang kecewa karena banyak barang bawaan mereka yang berisi oleh-oleh, terpaksa tidak bisa diangkut ke Tanah Air bersama dengan pesawat yang mengangkut mereka.

Pihak penerbangan sudah membuat ketentuan bahwa untuk barang jemaah maksimal seberat 35 kilogram di bagasi dan barang bawaan satu tas jinjing dan satu jerigen air zam-zam seberat lima liter di kabin. Akibatnya, tas-tas besar kecil yang di luar ketentuan tersebut harus disortir dan tidak bisa terbawa bersama mereka. Rencananya, perusahaan Kargo Al Munif akan mengirimkan barang-barang tersebut ke Tanah Air dengan pesawat kargo ke Dabarkasi masing-masing dan akan diteruskan ke kabupaten/kota asal jemaah tersebut. ant/pur